Cara Meningkatkan Kemampuan Matematika Anak Melalui Latihan Kognitif

Matematika merupakan ilmu tentu yang sangat berfungsi dalam membongkar permasalahan. Berkat matematika, kita dapat paham kisaran harga belanja di pasar, sampai melatih logika dalam game semacam catur.

Banyak orangtua yang memaksakan anaknya buat menjajaki les supaya kemampuannya dalam mata pelajar di sekolah lebih baik. Alih- alih mewajibkan anak buat les matematika, 2 periset Department of Neuroscience, Karolinska Institutet, Swedia, mengatakan metode lain.

Mereka merupakan Nicholas Judd serta Klingberg. Dalam laporannya, tingkatkan keahlian matematika Anak dapat dengan melatih kognitif ataupun ingatannya secara visual. Metode ini bisa dilanjutkan dengan latihan penalaran mereka.

Mereka menulis, latihan ingatan secara visual ini menunjang gagasan pelatihan kognisi spasial dalam permasalahan matematika. Kognisi spasial merupakan metode buat menguasai serta mengingat ikatan ukuran di antara objek

Dalam laporannya yang ditulis di Nature Human Behaviour, buat mengujinya, para periset membagikan pelatihan kognitifnya pada 17. 000 anak sekolah di Swedia.

Kanak- kanak itu berumur 6 serta 8 tahun, serta melaksanakan pelatihan melalui aplikasi sepanjang 20 ataupun 33 menit per hari sepanjang 7 minggu.

Pada minggu awal, kanak- kanak diberi latihan yang sama, kemudian mereka dikelompokkan secara acak buat 5 keadaan pelatihan yang berbeda. Dalam tiap kelompok, kanak- kanak menghabiskan dekat separuh dari waktu pelatihan mereka buat tugas garis bilangan matematika.

Sisa waktunya dialokasikan secara acak buat proporsi berbeda dari masing- masing kelompok pelatihan kongnitif dalam wujud tugas rotasi. Tidak hanya rotasi pula semacam memori kerja visual ataupun penalaran non- verbal. Sehabis itu mereka diuji pada minggu awal, kelima serta ketujuh sepanjang masa eksperimen.

Lebih rincinya, berikut merupakan tugas pelatihan yang bisa jadi dapat diterapkan buat anak Kamu:

1. Dalam tugas baris angka, anak dimohon buat mengenali posisi angka secara pas pada garis yang muat titik dini serta akhir. Kesusahan dapat ditambahi dengan menghapus ciri spasial, misal ciri centang pada garis bilangan, serta hasil buat memasukkan permasalahan matematika semacam penjumlahan, pengurangan, serta pembagian.

2. Pada tugas memori kerja visual, anak dimohon buat mengingat kembali objek visual. Dalam riset Nicholas Judd serta Tortel Klingberg, kanak- kanak menyusun kembali urutan titik. Kesusahan hendak meningkat dengan meningkatkan lebih banyak item.

3. Pada tugas penalaran non- veral, anak dimohon buat menuntaskan urutan pola spasial. Mereka dimohon buat memilah foto yang pas buat mengisi ruang kosong bersumber pada urutan tadinya. Kesusahan dapat ditingkatkan dengan meningkatkan ukuran baru semacam warna, wujud, serta titik.

4. Melalui tugas rotasi, anak dimohon buat mencari ketahui semacam apa wujud barang bila diputar. Kanak- kanak dimohon buat memutar suatu objek 2D supaya cocok dengan bermacam sudut. Kesulitannya dapat ditambah dengan tingkatkan jumlah sudut rotasi ataupun kompleksitas objek yang diputar.