Ilmuwan Berhasil Mengubah Air Menjadi Logam

Bila menilik pada pelajaran sekolah, kita hendak mengalami kalau air dapat jadi isolator (watak modul yang tidak bisa membawakan panas ataupun listrik) yang nyaris sempurna. Namun di sisi lain, ia pula dapat jadi konduktor bergantung kondisinya.

Hingga, tidak heran bila terdapat binatang semacam belut listrik dapat mengandalkan kekokohannya buat mencari santapan di air.

Namun terpaut apa yang bisa menyebabkannya jadi konduktor, sesungguhnya sebab terdapatnya modul yang tercantum serta melarut di dalamnya. Modul itu setelah itu jadi ion leluasa yang membolehkan arus listrik bisa mengalir dalam air.

Dengan demikian, air murni dapat jadi menyamai logam yang secara elektronnya bertabiat konduktif, paling utama pada tekanan yang sangat besar.

Lewat anggapan itu, para ilmuwan dalam laporannya Spectroscopic evidence for a gold- coloured metallic water solution, sudah sukses membuat air jadi logam. Laporan itu diterbitkan di Nature.

Logam yang tercipta dari air oleh para ilmuwan yang dipandu oleh Phillip Mason dari Institute of Organic Chemistry and Biochemistry di Czech Academy of Sciences itu juga, cuma bertahan sebagian detik saja. Sampai setelah itu, logam itu kembali jadi air.

” Kamu bisa memandang transisi pergantian ke air jadi logam dengan mata telanjang,” kata Robert Seidel, anggota riset itu dari Helmholtz-Zentrum Berlin für Materialien und Energie di Jerman. Mereka mendokumentasikan hasilnya dalam video yang dapat disaksikan di Youtube.

” Tetesan natrium- kalium keperakan menutupi dirinya dengan sinar keemasan, yang sangat mengesankan,” tambahnya, dilansir dari Eurekalert.

Para ilmuwan Institute of Organic Chemistry and Biochemistry di Czech Academy of Sciences sukses mengganti air jadi logam. Eksperimen ini membuka tabir riset tekanan suasana yang dapat dicoba di planet lain. Wiley Online Library

Para ilmuwan Institute of Organic Chemistry and Biochemistry di Czech Academy of Sciences sukses mengganti air jadi logam. Eksperimen ini membuka tabir riset tekanan suasana yang dapat dicoba di planet lain.

Walaupun demikian, percobaan ini nyatanya tidak membutuhkan tekanan besar, yang semestinya butuh dicoba buat mengganti non- logam jadi logam konduktif secara teoretis.

Para periset memandang, bila kita meremukkan atom lumayan keras, orbital elektron terluar hendak mulai tumpang tindih, membolehkan mereka buat berikutnya dapat lebih bergerak.

Para ilmuwan menulis, buat air tekanan yang diperlukan itu dekat 48 megabar, yang cuma di dasar 48 juta kali dari tekanan suasana Bumi di permukaan laut. Sementara itu buat mengganti air jadi logam, mereka memerlukan dekat 15 juta kali tekanan suasana, yang pastinya terletak di luar keahlian metode laboratorium yang terdapat dikala ini.

Pavel Jungwirth, asisten penulis riset dari Czech Academy of Sciences in Prague menebak, logam alkali dapat jadi metode alternatif buat mengonduksi air, dengan meminjamkan elektronnya.