Batik Nusantara yang Diakui UNESCO

Batik Nusantara telah diakui oleh UNESCO sebagai Intangible Cultural Heritage of Humanity. Pola serta temanya yang sangat kaya, sekaligus materi dan teknik pembuatannya sangat melekat dengan proses budaya di Nusantara.

Ada berbagai macam simbol dari periode serta komunitas-komunitas Nusantara yang dituangkan dalam corak batik Nusantara. Batik adalah kegiatan melukis kain dengan menggunakan malam serta alat warna lain, dengan teknik yang menggunakan lilin. Cara melukis ini dapat juga dilakukan dengan menggunakan cap yang sudah mempunyai pola.

52. Batik 2

Pada batik, terdapat citra tanaman seperti sulur, semak, daun,  pohon; citra binatang seperti burung, ayam, merak; citra wayang, seperti “Pertempuran Kurusetra”, punakawan, Kresna; citra benda seperti bokor (guci kecil dari logam), saka (tiang),  kipas.

Pada zaman sekarang, pembuatan menggunakan teknik fraktal telah berhasil membuat jenis citra yang luar biasa banyaknya. Warnanya juga tidak lagi terbatas pada warna-warna cokelat, hitam, putih, melainkan juga warna merah, marun, hijau, biru, dan warna lainnya.

Baca juga: Mengenal Tari Piring Berasal dari Minangkabau

Dalam perkembangannya, batik ini di kembangkan sebagai adibusana. Ia tidak lagi hanya sekadar sebagai kain yang dilukis serta di bentuk menjadi pakaian, melainkan menjadi bentuk-bentuk pakaian yang sangat indah. Wujud satu sandang atau terusan (one piece), bentuk dua sandang, paduan kebaya, serta banyak lagi lainnya telah memberikan kemungkinan bahwa batik masih memiliki kemungkinan yang amat luas untuk dapat dikembangkan.

Sebagai batik klasik, pengembangannya terus berjalan. Batik klasik Jawa (terutama Solo, Jogja, Pekalongan) baik dengan menggunakan warna cokelat-hitam maupun cokelat-hitam-putih terus dipreservasi. Batik Madura dengan pewarnaannya yang cukup tajam. Batik Lasem dengan warna yang lembut. Batik Cirebon yang menampikan warna cantik, umumnya dikaitkan dengan tema Megamendung. Sementara itu, ada juga batik di daerah lain seperti Dayak dan Papua terus tumbuh dan berkembang.

UNESCO juga turut mengakui pendidikan mengenai batik, baik mengenai cara pembuatan, pengangkatannya dalam berbagai ragam wujud seni, serta proses ekonomi yang timbul darinya. Belakangan, pengakuan UNESCO juga menjangkau “desa batik” dimana batik juga dapat menjadi corak dasar kehidupan serta budaya suatu desa. Pendidikan batik di Pekalongan juga mendapatkan penghargaan dari UNESCO dikarenakan menjadi upaya yang serius dan terorganisasi didalam meneruskan kriya dan filosofi batik ke dalam masyarakat dan ke antar-generasi.