Gambar Pakaian Adat Sulawesi Utara dan Penjelasannya

Pakaian Adat Sulawesi Utara – Sulawesi Utara adalah merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki cukup banyak keanekaragaman, salah satunya adalah dalam hal pakaian adat.

Dimana pakaian adat asal Sulawesi Utara ini tentunya tidak kalah menarik jika dibandingkan dengan pakaian adat yang berasal dari provinsi lainnya, pakaian adat tersebut memiliki corak yang berbeda dari provinsi lainnya.

Langsung saja mari kita simak penjelasan lebih lanjut tentang ciri khas serta keunikan dari pakaian adat Sulawesi Utara berikut ini!

Pakaian Adat Sulawesi Utara

Gambar Pakaian Adat Sulawesi Utara
Gambar Pakaian Adat Sulawesi
@https://www.celebes.co/

Sulawesi Utara adalah merupakan provinsi yang dikenal memiliki kekayaan yang sangat melimpah. Dimana kekayaan asal Sulawesi Utara ini tentunya juga cukup beragam, baik dari sumber daya alam sampai kebudayaannya.

Salah satu kekayaan dari Sulawesi Utara dalam bidang kebudayaan adalah berupa pakaian adat. Dimana pakaian adat Sulawesi Utara ini tentunya juga sangat di jaga oleh masyarakat sekitar, bahkan ada beberapa pakaian jenis ini yang hanya dapat digunakan oleh kaum bangsawan saja.


Nama Pakaian Adat Sulawesi Utara

Seperti yang telah kita tahu, bahwa provinsi Sulawesi Utara ini memiliki beragam adat istiadat dan salah satunya adalah pakaian adat.

Dimana terdapat 7 pakaian adat Sulawesi Utara dengan keunikannya masing-masing. Langsung saja, mari kita simak penjelasan mengenai ketujuh pakaian adat asal Sulawesi Utara berikut ini!

No Macam Macam Pakaian Adat Sulawesi Utara
1 Pakaian Adat Gorontalo
2 Pakaian Adat Minahasa Bajang
3 Pakaian Adat Tonaas Wangko dan Walian Wangko
4 Pakaian Adat Sangihe Talaud
5 Pakaian Adat Bolaang Mongondow
6 Pakaian Adat Simpal
7 Pakaian Adat Kohongian

1. Pakaian Adat Gorontalo

Gambar Pakaian Adat Gorontalo
Gambar Pakaian Adat Gorontalo
@https://perpustakaan.id

Pakaian adat Sulawesi Utara asal Gorontalo ini merupakan pakaian yang terbuat dari bahan dasar kapas mentah serta telah dipintal hingga menjadi benang. Dimana para kaum wanita akan menggunakan pakaian dengan bentuk kebaya tanpa motif serta di lengkapi dengan penggunaan sarung pada bagian bawahnya.

Kemudian para perempuan juga akan menggunakan sejumlah aksesoris tambahan, aksesoris tersebut di antaranya adalah berupa gelang padeta, ikat pinggang atau juga bisa dengan menggunakan Baya lo boute atau ikat kepala yang dipergunakan untuk rambut wanita. Dengan tambahan aksesoris tersebut pakaian adat ini akan terlihat sangat cantik serta juga cukup menarik.

Pakaian adat wanita Gorontalo ini dinamakan dengan sebutan Biliu, dimana warna yang sering dipergunakan untuk membuat baju adat tersebut adalah warna hijau dan juga kuning. Tentunya kaum wanita juga pastinya akan mengenakan berbagai macam perhiasan bukan?

Dimana perhiasan tersebut juga memiliki sebuah lambang, seperti misalnya kecubu yang dipergunakan pada dada yang melambangkan akan sifat yang kuat pada waktu sedang menghadapi suatu masalah. Kemudian ada juga aksesoris atau perhiasan lai-lai yang dipergunakan pada ubun-ubun ini melambangkan akan kesucian serta juga keberanian.

Kemudian pakaian adat yang akan dipergunakan oleh kaum pria Gorontalo ini dinamakan dengan sebutan pakaian adat Makuta. Dimana pakaian adat tersebut memilki lengan yang pendek serta terdapat juga berbagai macam tambahan aksesoris tudung Makuta .

Pada umumnya kedua pakaian adat tersebut akan dipergunakan sebagai pakaian adat dalam acara pernikahan Gorontalo. Dimana pada saat nikah pakaian yang dipergunakan tentu akan berbeda jenisnya dengan pakaian adat pada saat akad pernikahan, yaitu pakaian adat yang dipergunakan pada saat akad nikah diberi nama dengan pakaian adat Gorontalo Walimono dan Payungga.

Mari kita kembali lagi ke pembahasan mengenai pakaian adat Biliu. Pakaian adat Biliu ini memiliki makna yakni “Diangkat” dimana pakaian adat tersebut akan dipergunakan pada saat wanita akan bersanding dengan sang mempelai pria ketika berada di tempat pelaminan atau puade.

2. Pakaian Adat Minahasa Bajang

Gambar Pakaian Adat Minahasa Bajang
Gambar Pakaian Adat Minahasa Bajang
@https://pariwisataindonesia.id/

Pakaian adat Minahasa Bajang adalah merupakan pakaian adat yang berasal dari suku Minahasa, di mana suku Minahasa merupakan suku yang menempati wilayah di sekitar Semenanjung Sulawesi Utara. Apakah kalian tahu, ternyata suku Minahasa adalah merupakan suku yang lebih maju apabila dibandingkan dengan suku-suku yang ada di wilayah Sulawesi Utara lainnya.

Dimana kemajuan ini dapat kita lihat dari kemampuan masyarakat didalam memintal kapas yang akan dipergunakan sebagai kain. Karena hal tersebut masyarakat Minahasa ini berhasil menenuhi serta membuat kain yang tentunya sangat nyaman apabila dikenakan untuk kegiatan sehari-hari, dimana hasil kainnya ini yang dinamakan dengan sebutan “Bajang”.

Pakaian Minahasa yang bernama bajang ini juga memiliki ciri khas tersendiri, dimana pakaian ini berupa paduan busana dengan bagian bawahannya berupa sarung. Pakaian adat ini juga dilengkapi dengan dasi serta juga destar sebagai penutup kepala dengn bentuk segitiga.

Sedangkan untuk kaum perempuan umumnya akan sering mengenakan kebaya serta juga kain yang terdapat pada bagian bawah dengan warna sama atau yapon. Tentunya pakaian adat yang dipergunakan untuk kaum perempuan tersebut juga terdapat hiasan dengan berbagai macam aksesoris, leher, lengan, seperti rambut, hingga telinga.

3. Pakaian Adat Tonaas Wangko dan Walian Wangko

Gambar Pakaian Adat Tonaas Wangko Dan Walian Wangko
Gambar Pakaian Adat Tonaas Wangko dan Walian Wangko
@https://i0.wp.com/tambahpinter.com

Pakaian adat Tonaas Wangko dan juga Walian Wangko adalah merupakan pakaian adat asal Sulawesi Utara yang dipergunakan sebagai pembuka adat dengan di dominasi oleh warna hitam.

Pakaian adat tersebut adalah berupa kemeja dengan lengan yang panjang serta juga memiliki kerah tinggi berkancing tanpa adanya saku pada bagian baju.

Pada bagian kemenangan juga biasanya akan di tambahkan dengan berbagai macam hiasan dengan motif bunga padi, dimana motif tersebut terletak pada bagian leher baju serta juga sepanjang ujung baju pada bagian depan.

Pakaian Tonaas Wangko sebenarnya juga memiliki warna kuning keemasan pada bagian motifnya, hal tersebut yang membuat pakaian adat Tonaas Wangko menjadi semakin cantik.

Penggunaan pakaian adat ini juga biasanya akan dipergunakan secara bersama-sama dengan penggunaan topi berwarna merah. Pada bagian topi tersebut juga terdapat berbagai ukiran motif padu padan kuning keemasan, sehingga dapat menyatukan seluruh penampilan dari sang pemakai.

Lalu apa yang di maksud dengan pakaian Walian Wangko? Jadi, Walian Wangko adalah merupakan pakaian adat hasil dari modifikasi dari Tonaas Wangko.

Dimana secara umum, kedua pakaian adat ini memiliki bentuk yang cukup mirip, hanya saja pakaian adat Walian Wangko memiliki bentuk yang lebih panjang seperti jubah atau gamis.

Pakaian adat Walian Wangko ini terdiri dari sejumlah komponen, diantaranya adalah kemeja warna putih yang juga di hiasi dengan penggunaan corak bunga padi.

Sedangkan bagi kaum wanita dari suku Tonaas Wangko umumnya akan mengenakan kebaya panjang yang berwarna putih atau warna ungu.

Sedangkan untuk pelengkap umumnya kaum wanita akan mengenakan berbagai macam aksesoris seperti kain sarung batik dengan warna hitam. Tidak hanya itu, para wanita juga akan mengenakan topi mahkota serta tambahan aksesoris berupa selempang dan kalung leher.

4. Pakaian Adat Bolaang Mongondow

Gambar Pakaian Adat Bolaang Mongondow
Gambar Pakaian Adat Bolaang Mongondow
@https://cdns.klimg.com

Pakaian adat Bolaang Mongondow adalah merupakan pakaian adat Gorontalo berupa pakaian kulit kayu atau pelepah nenas yang akan di ambil dan juga di olah bagian seratnya. Serat kayu yang di olah ini umumnya disebut dengan lanud, dimana kain tersebut akan ditenun hingga dapat membentuk sebuah kain.

Apabila serat tersebut kemudian sudah menjadi kain, maka kain ini akan dijahit sesuai dengan polanya hingga kemudian dapat dipergunakan dalam kegiatan sehari-hari. Apabila dilihat dari segi bentuknya, maka pakaian adat Bolaang Mongondow ini juga mendapatkan pengaruh dari budaya Melayu.

Dimana pakaian adat yang akan dipergunakan oleh kaum wanita tersebut terdiri dari kain serta juga kebaya atau salu, kemudian pakaian adat yang akan dipergunakan oleh pria umumnya terdiri dari ikat kepala, baniang atau baju, celana serta juga sarung.

Biasanya bagi para bangsawan juga akan mempergunakan aksesoris yang lebih mewah, di mana aksesoris tersebut dapat berwarna merah mencolok atau warna emas, berbeda dengan pakaian adat yang dipergunakan oleh masyarakat biasa. Pakaian adat ini juga di jadikan sebagai pembeda status sosial dari masyarakatnya.

Hal tersebut dikarenakan pakaian adat hanya akan dipergunakan pada saat adanya upacara tertentu. Berbeda dengan saat ini dimana pengguna pakaian adat ini dapat dipergunakan dalam kegiatan sehari-hari.

5. Pakaian Adat Sangihe Talaud

Gambar Pakaian Adat Sulawesi Utara
Gambar Pakaian Adat Sangihe Talaud
@https://akumaubelajar.com/

Pakaian adat Sangihe Talaud adalah merupakan pakaian adat Gorontalo yang dipergunakan pada saat terdapat acara seperti upacara adat Tulude. Dimana pakaian adat ini dibuat dengan menggunakan bahan serat koffo atau serat tanaman pisang terkuat.

Serat tersebut nantinya akan di tenun serta juga dipintal sehingga menjadi selembar pakaian yang dikenal dengan sebutan busan Laku Tepu.

Dimana pada umumnya pakaian adat ini memiliki warna dasar yakni warna hijau, merah serta juga warna kuning. Laku tepi adalah merupakan pakaian yang memiliki lengan panjang, dimana juga terdapat untaian menjulur sampai ke bagian tumit.

Pakaian adat ini umumnya juga akan dipergunakan dengan tambahan berbagai macam aksesoris seperti popeye atau ikat pinggang, bandang atau selendang pada bagian bahu, paporong atau penutup kepala, serta juga kahiwu atau rok rumbai.

Aksesoris tersebut umumnya akan dipergunakan baik pada pakaian pria maupun wanita. Pakaian adat warga Sangihe ini juga di bedakan menjadi tiga macam, yakni ada pakaian adat yang dipergunakan untuk pemerintahan, pakaian adat yang dipergunakan untuk pernikahan serta juga pakaian adat yang dipergunakan untuk ritual.

Umumnya pakaian adat yang dipergunakan untuk pemerintahan akan menggunakan warna merah, biru serta juga kuning. Untuk lingkup pernikahan umumnya hanya berbeda pada segi aksesoris yang hanya menggunakan sunting topo, sedangkan yang terakhir adalah pakaian adat yang dipergunakan untuk ritual biasanya pakaian adat dengan warna merah atau ungu lengkap dengan selendang.

6. Pakaian Adat Simpal

Gambar Pakaian Adat Simpal
Gambar Pakaian Adat Simpal
@https://guratgarut.com/

Pakaian adat Simpal adalah merupakan pakaian adat asal Sulawesi Utara yang memiliki bentuk mirip dengan pakaian adat Kojongian. Dimana pakaian adat ini umumnya akan dipergunakan pada saat penyelenggaraan upacara pernikahan.

Pakaian adat ini juga memiliki beberapa aturan tertentu, yaitu pakaian ini tidak boleh dipergunakan dari masyarakat kalangan yang memiliki status sosial tinggi serta juga para pendamping dari kalangan pemerintah kerajaan.

7. Pakaian Adat Kohongian

Gambar Pakaian Adat Kohongian
@https://guratgarut.com/

Pakaian adat Sulawesi Utara yang terakhir adalah pakaian adat Kohongian. Dimana sebenarnya tidak banyak yang menyebut tentang pakaian adat ini, akan tetapi ada yang berpendapat bahwa pakaian adat Kohoningan ini hanya akan dipergunakan pada waktu acara pernikahan saja.

Dimana juga terdapat berbagai aturan didalam memakai pakaian adat Kohongian ini. Dimana pakaian adat ini hanya dipergunakan khusus oleh para bangsawan dengan pangkat yang rendah saja.


Ciri Khas Pakaian Adat Sulawesi Utara

Pakaian adat asal Sulawesi Utara ini juga memiliki sejumlah ciri khas yang berbeda dengan provinsi lainnya. Dimana ciri khas dari pakaian adat ini dapat dilihat dari berbagai aspeknya. Berikut ini adalah merupakan ciri khas dari baju tradisional Sulawesi Utara!

  1. Bahan dari pakaian adat Sulawesi Utara terbuat dari pelepah nanas atau kayu, dimana serat alami pelepah nanas akan di tenun hingga menghasilkan sebuah kain yang halus serta kemudian akan dijahit sampai menjadi sebuah pakaian adat.
  2. Pakaian adat Sulawesi Utara ini juga terbuat dari kapas murni
  3. Aksesoris yang terdapat pada pakaian adat Sulawesi Utara mempunyai bentuk berbeda apabila dibandingkan dengan pakaian adat dari provinsi lainnya.

Keunikan Pakaian Adat Sulawesi Utara

Setiap pakaian adat tentunya juga memiliki beragam keunikan yang dapat dipergunakan sebagai pembeda dengan pakaian adat yang berasal dari daerah lainnya. Begitu juga dengan pakaian adat Sulawesi Utara, berikut ini adalah merupakan keunikan-keunikan yang terdapat dalam pakaian tradisional Sulawesi Utara.

  1. Pakaian adat Gorontalo terbuat dari bahan kapas yang di tenun, dimana desain dari baju adat tersebut juga cukup mirip dengan kebaya tetapi tidak memiliki motif. Dimana pada bagian bawahnya masyarakat Gorontalo umumnya akan mengenakan sarung yang berbentuk rok.
  2. Pakaian adat Mongondow adalah merupakan pakaian adat yang terbuat dari bahan dasar kulit serta juga serat nanas. Dimana serat tersebut akan di pintal hingga kemudian membentuk sebuah benang dan kemudian di tenun sehingga menghasilkan sebuah pakaian adat.
  3. Pakaian adat Minahasa merupakan pakaian adat yang di buat dengan menggunakan kulit kayu. Dimana kulit kayu tersebut akan di pintal hingga menjadi sebuah benang untuk ditenun.
  4. Pakaian adat koffo adalah merupakan pakaian adat yang di buat dengan menggunakan bahan kain kofo dengan motif khas dari wilayah Sangihe.

Penutup Pakaian Adat Sulawesi Utara

Demikianlah penjelasan mengenai pakaian adat Sulawesi Utara. Semoga artikel ini dapat berguna bagi para pembaca sekalian serta dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan pakaian adat asal provinsi Sulawesi Utara. Semoga juga artikel ini dapat dipahami dengan baik oleh para pembaca sekalian!