Kamera Tercanggih di Dunia Saat Ini Sudah Bisa Hasilkan Foto Beresolusi 3.200 MP

Sensor pencitraan yang berperan buat memfoto bima sakti nun jauh di situ telah berakhir dicoba coba. Hasilnya berbentuk lukisan dengan mutu 3.200 megapiksel, menjadikannya pernyataan paling tinggi di bumi. Tahap berikutnya ialah menggabungkan sensor dengan kamera luar biasa besar, yang dilahirkan selaku bagian dari program Legacy Survei of Ruang and Time( LSST) yang hendak berjalan di Observatorium Vera C. Rubin, Chili.

Percobaan coba ini dicoba oleh regu Makmal Akselerator Nasional SLAC kepunyaan Departemen Tenaga AS. Sensor kamera LSST mengutip lukisan brokoli Romanesco yang komposisi permukaannya kompleks, serta astronom Vera Rubin. Regu SLAC memakai lubang jarum kecil buat memfaalkan lukisan yang di idamkan ke aspek fokus.

Sensor pencitraannya teruji bisa menciptakan lukisan digital dengan pernyataan yang amat besar. Kamera ini hendak dicoba sekali lagi sedemikian itu berakhir dirakit pada 2021, serta dipasang di atas punggung busut Cerro Pachón di Chili sehabis pengujiannya selesai.

Kamera LSST esoknya bermaksud mencermati serta mengutip lukisan 20 miliyar bima sakti dari langit selatan sepanjang 10 tahun ke depan. Barang ini diharapkan bisa menghasilkan motion picture awal dari alam sarwa.

Metode kegiatan kamera LSST kurang lebih serupa dengan kamera lazim, ialah mengganti sinar nampak yang dipantulkan subjek jadi tanda listrik. Kelainannya, kamera LSST sanggup menciptakan lukisan yang amat perinci, dengan pernyataan dekat 189 kali bekuk lebih baik dari kamera digital.

Steven Ritz, akademikus dari University of California di Santa Cruz, mengantarkan dalam pancaran pers kalau gambar- gambar yang diperoleh kamera LSST hendak meluaskan pengetahuan kita hal bima sakti, tercantum modul serta tenaga hitam yang terdapat di dalamnya.

“ Kita dapat lebih menguasai gimana bima sakti berevolusi sepanjang ini. Potret- potret ini pula membolehkan kita buat mencoba bentuk modul serta tenaga hitam dengan lebih mendalam serta cermat lagi,” tutur Steven.

“ Observatorium ini hendak jadi sarana luar lazim yang bisa melingkupi bermacam aspek sains—mulai dari riset terperinci kepada aturan surya hingga barang- barang luar angkasa yang terdapat jauh dari alam sarwa.”