Pahlawan Nasional Indonesia Adnan Kapau Gani

Adnan Kapau Gani dengan nama Lengkap Dr. Adnan Kapau Gani (lahir : Palembayan, Agam, Sumatera Barat, 16/9/1905 – wafat di Palembang, Sumatera Selatan, 23 /12/1968 padausia 63 tahun) merupakan seorang dokter dan juga  Wakil Perdana Menteri pada Masa Pemerintahan Amir Sjarifuddin.

Jejak dan Karier Adnan Kapau Gani

Ketika remaja, Gani merupakan pemuda yang aktif mengikuti sejumlah  organisasi sosial dan kegiatan politik. Salah satu kegiatan politik yang diikuti adalah ketika ia bergabung pada Partai Partindo tahun 1931.

Setelah Gani menyelesaikan pendidikannya di ELS, Gani melanjutkan pendidikannya ke sekolah kedokteran STOVIA, Jakarta.  Namun sayangnya, pada tahun 1927 sekolah kedokteran tersebut ditutup, sehingga Gani  melanjutkan sekolahnya di Algemeene Middelbare School (AMS) (Setingkat SMA jaman Belanda). Setelah lulus dari AMS, Gani kemudian melanjutkan kuliah di Geneeskundige Hoge School (GHS). Hingga akhirnya Gani memperoleh gelar dokter pada tahun 1940.

Setelah memiliki gelar dokter, Gani  melakukan praktek sebagai dokter di Palembang. Namun kekuatan jiwa aktivis dan juga jiwa nasionalisme yang dimiliki Gani, membuat dirinya memutuskan untuk kembali terjun pada pergerakan politik.  Pada tahun 1942, pada saat Jepang mulai menjajah Indonesia, Gani ditahan oleh polisi militer Jepang (Kampetai) serta mendapat siksaan selama kurang lebih 13 bulan.  Hal itu karena semangatnya yang begitu kuat untuk aktif dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, khususnya di wilayah Sumatera Selatan.  Sehingga pada tanggal 17 Agustus 1945, Soekarno dan Hatta memandang bahwa Gani sebagai tokoh sentral di Sumatera Selatan.

Adnan Kapau Gani Pahlawan Nasional Indonesia dari Sumatera Selatan

Masa Kemerdekaan

Setelah berakhirnya masa penjajahan Jepang, Gani turut serta didalam beberapa organisasi dan lembaga yang ikut mempersiapkan Kemerdekaan Indonesia. Gani ditunjuk sebagai Ketua Badan Kebaktian Rakyat Palembang dan Ketua Panitia Persiapan Kemerdekaan Daerah Palembang.

A.K.Gani merupakan orang pertama yang mengibarkan bendera merah putih dan membacakan teks proklamasi di Palembang.

Setelah masa proklamasi, A.K.Gani diberi mandat sebagai kepala pemerintahan Indonesia untuk keresidenan Palembang Sumatera Selatan, dan Gani berhasil menyusun badan-badan pemerintahan RI di seluruh Sumatera Selatan dalam waktu yang cukup singkat.

Pada kegiatan politik, selain aktif pada kegiatan Partindo, Gani juga yang ikut mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI) di Palembang dan menjadi ketua umum PNI pada tahun 1947. Akan tetapi, Gani tidak dapat meninggalkan Palembang untuk memimpin PNI di Yogyakarta, sehingga Gani akhirnya hanya menjadi ketua PNI Sumatra Selatan.

Pada dunia militer, Gani pernah menjabat sebagai koordinator Badan Keamanan Rakyat (BKR) Sumatera Selatan dan BKR adalah awal mula lahirnya Tentara Nasional Indonesia.  Selain menjadi koordinator  BKR, Gani juga pernah menjabat sebagai gubernur muda dan gubernur militer Sumatera Selatan.

A.K.Gani dianugerahi gelar Pahlawan Nasional Indonesia pada tanggal 9 November 2007, yang diberikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Setelah wafat, untuk mengenang jasa dan perjuangannya, nama Gani  diabadikan menjadi nama sebuah rumah sakit Kasdam II/Sriwijaya: RS Dokter AK Gani dan beberapa nama ruas jalan di Indonesia.