Tata cara Sholat Tahajud 2 Rakaat dan Bacaannya

Sebagai seorang muslim, kita wajib untuk mendirikan sholat lima waktu. Namun selain sholat wajib, ada sholat sunnah yang juga sebaiknya kita kerjakan. Sholat sunnah ini dapat berupa sholat dhuha, sholat qobliyah, maupun sholat tahajud. Dan tentunya sholat sunnah ini memiliki keutamaan dan manfaatnya masing-masing.

Salah satu sholat sunnah yang dikenal memiliki keutamaan besar adalah sholat tahajud. Sholat tahajud merupakan salah satu ibadah sholat malam yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan.

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,

“Sebaik-baik puasa setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah –Muharram-. Sebaik-baik shalat setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim).

Buat membantu Kamu dalam mengamalkan ibadah sunnah ini, berikut penjelasan bagaimana tata cara sholat tahajud 2 rakaat..

Pelaksanaan Sholat Tahajud

Sebelum masuk ke dalam tata cara sholat tahajud 2 rakaat, ada baiknya kita mengetahui bagaimana pelaksanaan dari sholat malam ini.

Ibadah sholat malam dapat dilakukan sejak setelah sholat isya’ hingga terbitnya fajar. Ini berarti sholat tahajud dapat dilakukan di awal, pertengahan, dan akhir malam. Ini didukung dengan riwayat dari Anas bin Malik, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam– mengatakan,

Tidaklah kami bangun agar ingin melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di malam hari mengerjakan shalat kecuali pasti kami melihatnya. Dan tidaklah kami bangun melihat beliau dalam keadaan tidur kecuali pasti kami melihatnya pula.” (HR. Bukhari, An Nasai, At Tirmidzi).

Namun, ada waktu utama untuk melakukan sholat tahajud ini, yaitu di sepertiga malam terakhir, antara pukul 1 pagi hingga masuk waktu subuh.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

“Rabb kami -Tabaroka wa Taala- akan turun setiap malamnya ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lampau Allah berfirman, Siapa yang memanjatkan doa pada-Ku, maka Saya akan mengabulkannya. Siapa yang memohon kepada-Ku, maka Aku akan memberinya. Siapa yang meminta ampun pada-Ku, Aku akan memberikan ampunan untuknya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya puasa yang paling dicintai di sisi Allah adalah puasa Daud dan shalat yang dicintai Allah adalah shalatnya Nabi Daud ‘alaihis salam. Beliau biasa tidur di separuh malam dan bangun tidur pada sepertiga malam terakhir. Lalu beliau tidur kembali pada seperenam malam terakhir. Nabi Daud biasa sehari berpuasa dan keesokan harinya tidak berpuasa.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Tata Cara Melaksanakan Sholat Tahajud

Ketika sholat tahajud, jumlah rakaat yang dapat dikerjakan adalah dua rakaat hingga tidak terbatas sesuai dengan kemampuan seseorang. Setelah selesai melaksanakan sholat sunnah tahajud, juga dianjurkan untuk mengerjakan sholat sunnah witir.

Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata,

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa melakukan shalat malam dua rakaat salam, dua rakaat salam, lalu witir satu rakaat.” (Muttafaqun ‘alaih) (HR. Bukhari dan Muslim).

Buat kali ini, kami akan membahas bagaimana tata cara sholat tahajud 2 rakaat. Apabila Kamu ingin menambah rakaat menjadi empat, enam, atau delapan, tidak mengapa dan tentu akan lebih baik. Apabila ingin melaksanakan sholat tahajud lebih dari dua rakaat, maka kerjakanlah dengan cara dua rakaat salam, dua rakaat salam.

Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Shalat malam itu dua rakaat salam, dua rakaat salam. Maka apabila engkau takut masuk waktu Shubuh, hendaklah melakukan witir satu rakaat.” (Muttafaqun ‘alaih) (HR. Bukhari dan Muslim).

Niat Sholat Tahajud

Dalam mengerjakan tata cara sholat tahajud 2 rakaat, awali bersama membaca niat sholat tahajud.

Ushallii sunnatat-tahajjudi rak’ataini (mustaqbilal qiblati) lillaahi ta’aalaa.
Artinya:
“Saya niat sholat sunnah tahajud dua rakaat (bersama menghadap kiblat) karena Allah Taala.”

Tata Cara Sholat Tahajud 2 Rakaat

Dalam pelaksanaannya, tata cara sholat tahajud tidak berbeda dengan tata cara sholat wajib. Berikut bagaimana tata cara sholat tahajud 2 rakaat.
1. Takbiratul ihram (Allahu akbar)
2. Membaca doa iftitah
3. Membaca surah al-Fatihah.
4. Membaca surah pendek
5. Ruku dengan tumaninah.
6. Itidal dengan tumaninah.
7. Sujud dengan tumaninah.
8. Duduk di antara dua sujud dengan tumaninah.
9. Sujud kedua dengan tumaninah.
10. Berdiri lagi menunaikan rakaat yang kedua.
11. Membaca surah al-Fatihah.
12. Membaca surah pendek
13. Ruku dengan tumaninah.
14. Itidal dengan tumaninah.
15. Sujud dengan tumaninah.
16. Duduk di antara dua sujud dengan tumaninah.
17. Sujud kedua dengan tumaninah.
18. Tasyahud akhir dengan tumaninah.
19. Salam

Bacaan Doa Sholat Tahajud

Setelah melaksanakan tata cara sholat tahajud 2 rakaat, dianjurkan membaca bacaan dzikir, seperti tasbih, tahmid, takbir, sholawat, dan istigfar. Kemudian membaca doa sholat tahajud. Berikut bacaan doa sholat tahajud:

Allaahumma lakal hamdu anta qayyimus samaa waati wal ardhi wa man fiihinna. wa lakal hamdu anta malikus samaa waati wal ardhi wa man fiihinna. wa lakal hamdu anta nuurus samaawaati wal ardhi wa man fiihinna. wa lakal hamdu antal haqqu, wa wa’dukal haqqu, wa liqaa’uka haqqun, wa qauluka haqqun, wal jannatu haqqun, wannaaru haqqun, wannabiyyuuna haqqun, wa muhammadun shallallaahu ‘alaihi wasallama haqqun wassaa’atu haqqun.

Allaahumma laka aslamtu, wa bika aamantu, wa ‘alaika tawakkaltu, wa ilaika anabtu, wa bika khaashamtu, wa ilaika haakamtu, faghfirlii maa qaddamtu, wa maa akh-khartu, wa maa asrartu, wa maa a’lantu, wa maa anta a’lamu bihiminnii. antal muqaddimu, wa antal mu’akhkhiru, laa ilaaha illaa anta, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah.

Artinya:
Wahai Allah! Milik-Mu lah segala puji. Engkaulah penegak dan pengurus langit dan bumi serta makhluk yang ada di dalamnya. Milik-Mu lah segala puji. Engkaulah penguasa (raja) langit dan bumi serta makhluk yang ada di dalamnya. Milik-Mu lah segala puji. Engkaulah cahaya langit dan bumi serta makhluk yang ada di dalamnya. Milik-Mu lah segala puji.

Engkaulah Yang Hak (benar),janji-Mu lah yang benar, pertemuan dengan-Mu adalah benar, perkataan-Mu benar, surga itu benar (ada), neraka itu benar (ada), para nabi itu benar, Nabi Muhammad saw itu benar, dan hari kiamat itu benar(ada).

Wahai Allah! Hanya kepada-Mu lah aku berserah diri, hanya kepada-Mu lah aku beriman, hanya kepada-Mu lah aku bertawakkal hanya kepada-Mu lah aku kembali, hanya dehgan-Mu lah kuhadapi musuhku, dan hanya kepada-Mu lah aku berhukum. Oleh karena itu ampunilah segala dosaku, yang telah kulakukan dan yang (mungkin) akan kulakukan, yang kurahasiakan dan yang kulakukan secara terang-terangan, dan dosa-dosa lainnya yang Engkau lebih mengetahuinya daripada aku. Engkaulah Yang Maha Terdahulu dan Engkaulah Yang Maha Terakhir. tak ada Tuhan selain Engkau, dan tak ada daya upaya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.”