Mengenal Taman Nasional dan Cagar Alam Utama di Indonesia

Indonesia sudah mempunyai rekam jejak yang bagus dalam meningkatkan wilayah yang dilindungi yang meliputi seluruh tipe habitat terbanyak. Dengan 50 taman nasional serta ratusan cagar alam yang sudah terdapat, banyak flora serta fauna asli Indonesia berkesempatan buat terus lestari bila peraturan pemerintah dalam pengelolaan wilayah itu ditaati.

Sebagian Taman Nasional yang dipunyai Indonesia diterima selaku Web Peninggalan Dunia UNESCO, antara lain Taman Nasional Komodo( NTT serta NTB), Taman Nasional Lorentz( Papua), serta Taman Nasional Ujung Kulon( Banten).

Di dasar ini, dijabarkan sebagian taman nasional serta cagar alam utama yang terdapat di kepulauan Indonesia.

Taman Nasional Gunung Leuser( Sumatra)

Taman Nasional Gunung Leuser( TNGL) seluas 1. 094. 692 ha, terletak pada ketinggian 3. 404 meter dari permukaan laut. Secara administratif, taman nasional ini terletak di 2 provinsi, ialah Sumatra Utara serta Aceh.

Dengan dimensi serta keragaman habitatnya yang besar, taman ini jadi salah satu taman terutama di Asia Tenggara. Di dalamnya ada ribuan tipe tanaman, sebagian di antara lain tidak ada di tempat lain.

Apalagi kunjungan pendek ke taman ini saja hendak membuka kekaguman atas keragaman hutan hujan tropika, dari tumbuhan besar menonjol hingga tanaman dasar yang menggemari keteduhan semacam jahe.

Taman ini diperkirakan melindungi dekat 89 tipe spesies sangat jarang, di antara lain orangutan sumatra( Pongo pygmaeus abelii), badak sumatra( Dicerorhinus sumatrensis), harimau sumatra( Panthera tigris sumatrae), gajah sumatra( Elephas maximus), beruang madu( Helarctos malayanus), rangkong papan( Buceros bicornis), ajag( Cuon Alpinus), serta Siamang( Hylobates syndactylus).

Taman Nasional Kerinci Seblat( Sumatra)

Taman Nasional Kerinci Seblat menawarkan peluang bagus untuk siapa saja buat memandang tanaman hutan pegunungan serta wilayah sub- alpin, dataran besar, rawa air tawar paling tinggi di Sumatra, dan puncak gunung dengan besar menggapai 3. 800 meter di atas permukaan laut.

Taman nasional terbanyak di Sumatra ini meliputi wilayah seluas nyaris 15. 000 km persegi yang membentang di 4 provinsi. Berlokasi di selama Pegunungan Bukit Barisan yang mempunyai daerah dataran paling tinggi di Sumatera, Gunung Kerinci, taman ini melindungi flora serta fauna khas Sumatra. Di antara 26 tipe Rhododendron yang ditemui di Sumatra pula terdapat di mari. Di taman ini ada bunga terbanyak di dunia, Rafflesia, serta bunga paling tinggi di dunia, Titan Arum( Amorphophallus titanum).

Dengan masuknya Peninggalan Hutan Hujan Tropis Sumatra ke dalam catatan Web Peninggalan Dunia oleh UNESCO, membuat Taman Nasional Kerinci Seblat pula diterima selaku Web Peninggalan Dunia UNESCO, bersama dengan Taman Nasional Gunung Leuser serta Taman Nasional Bukit Barisan Selatan.

Taman Nasional Way Kambas( Sumatra)

Guna utama taman nasional yang terletak di Lampung ini merupakan selaku tempat proteksi gajah sumatra. Di dalamnya ada sekolah gajah( Pusat Latihan Gajah) awal di Indonesia.

Meski banyak vegetasi alam di Way Kambas sudah rusak oleh aktivitas manusia, taman ini masih memiliki satu dari sebagian wilayah hutan dipterocarp dataran rendah Sumatra. Sebagian daerah taman nasional ini ialah wilayah berawa. Tidak hanya itu, terdapat sebagian hewan yang terancam punah yang dilindungi dalam taman ini, di antara lain badak sumatra, harimau sumatra, mentok rimba, serta buaya sepit.

Taman Nasional Tanjung Puting( Kalimantan)

Taman nasional ini berlokasi di semenanjung barat energi provinsi Kalimantan Tengah. Terletak di tanah aluvial dekat tepi laut dengan zona paling tinggi cuma 11 meter dpl. Pada awal mulanya, zona ini diresmikan selaku cagar alam serta suaka margasatwa oleh pemerintah Hindia Belanda pada 1937. Pemerintah Indonesia setelah itu menetapkannya selaku Taman Nasional dengan luas sepenuhnya mencakup 415. 040 ha pada 1996.

Hutan di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting terdiri atas pepohonan berdimensi rendah hingga lagi khas hutan kerangas tropika, membentuk jenis vegetasi yang banyak ditumbuhi palem, Pandanus, tanaman epifit, serta tanaman pemakan serangga.

3 sungai berair gelap menunjang hutan rawa air tawar selama sisinya, sedangkan itu tumbuhan berakar hawa serta berpori di sebagian tempat menampilkan minimnya oksigen tanah anaerob hutan rawa gambut.

Taman Nasional Ujung Kulon( Jawa)

Diketahui selaku rumah untuk binatang badak Jawa yang masih terdapat. Keelokan flora Ujung Kulon sangat menarik sebab terdapatnya proses penutupan kembali sehabis ledakan Krakatau mengirim gelombang laut yang menghancurkan semenanjung. Di mari ada hutan dataran rendah ditumbuhi banyak rotan serta palem lain, pula wilayah hutan pinggir tepi laut serta bakau sangat indah.

Bagian yang pula sangat menarik merupakan 4 pulau kelompok Krakatau, 3 pulau ialah sisa gunung api asli, sedangkan yang keempat merupakan anak Krakatau yang timbul 45 tahun setelah itu sehabis meletus. Pulau- pulau tersebut sediakan laboratorium alam yang menarik untuk pakar botani buat menekuni pola perpindahan di pulau baru itu.

Taman Nasional Gunung Gede- Pangrango

Taman Nasional Gunung Gede- Prangago( TNGGP) mempunyai pegaruh besar dalam sejarah konservasi di Indonesia. Posisi yang diresmikan selaku taman nasional pada 1980 ini jadi posisi kesukaan untuk riset flora sebab mudahnya jalur masuk lewat Kebun Raya Cibodas. Lokasinya cuma berjarak 100 kilometer dari Jakarta.

Luas taman mencakup 22. 851, 03 ha dengan ketinggian menggapai 3. 029 meter. Lereng gunung ditutupi oleh hutan pegunungan rendah, hutan pegunungan, serta lumut sub- alpin, dengan tegakan bunga abadi edelweiss Jawa yang berbeda di dekat puncaknya.

Dalam kawasan hutannya, ada biodiversivitas yang kaya, di antara lain Rasamala“ sang tumbuhan raksasa”, kantong semar“ sang pemburu serangga”( Nephentes spp), berjenis- jenis anggrek hutan, serta apalagi terdapat sebagian tipe tanaman yang belum diketahui namanya secara ilmiah, semacam jamur yang bercahaya.

Tidak hanya keunikan tumbuhannya, kawasan ini pula jadi habitat dari bermacam tipe binatang liar, semacam kepik raksasa, sejenis kumbang, lebih dari 100 tipe mamalia semacam Kijang, Pelanduk, Anjing hutan, Macan tutul, serta Sigung, dan 250 tipe burung. Kawasan ini pula ialah habitat owa jawa, surili, lutung, pula elang jawa yang populasinya di ambang kepunahan. Keelokan ekologi hutannya menarik banyak turis buat berkunjung.

Taman Nasional Baluran( Jawa)

Taman nasional yang dijuluki Afrika van Java ataupun Little Africa in Java ini terletak di Pulau Jawa bagian timur yang kering. Baluran menawarkan sederet habitat menarik di wilayah yang relatif kecil. Sabana dengan tumbuhan berkayu tidak sering, khas Jawa, meski bisa jadi terjalin sebab api. Vegetasi asli dalam taman ini mencakup hutan tepi laut, bakau, serta hutan masa di lereng perbukitan. Pula ada tipe tumbuhan baru, semacam Acacia serta Lantana.

Taman Nasional Lore Lindu( Sulawesi)

Jenis vegetasi utama taman nasional yang terdapat di Provinsi Sulawesi Tengah ini merupakan hutan pegunungan. Luas zona mencakup 217. 991. 18 ha dengan ketinggian menggapai 1. 000 meter dpl. Sulawesi ialah batasan terbarat Eucalyptus dengan cuma satu tipe, Eucalyptus deglupta. Tumbuhan ini gampang diketahui sebab tingginya, batang lurus, serta kulit penuh warna yang senantiasa terkelupas sehingga leluasa epifit.

Taman Nasional Morowali( Sulawesi)

Morowali terletak di dataran aluvial luas( yang sebagian besar di Indonesia sudah diganti jadi pertanian) serta tanah ultrabasik menciptakan tumbuhan perdu rendah. Jenis habitat lain yang menarik dalam cagar alam seluas 225. 000 ha ini merupakan dataran banjir yang ditumbuhi Casuarina. Banyaknya tanaman pemakan serangga di cagar alam ini menampilkan rendahnya hara tanah.

Cagar Alam Tangkoko Batuangus( Sulawesi)

Provinsi Sulawesi Utara terletak di antara 2 titik cekungan tektonik dengan gunung berapi aktif, tercantum gunung api di Cagar Alam Tangkoko. Zona cagar alam ini mempunyai tanah yang sangat produktif. Hutan di dalamnya diperkaya oleh tumbuhan beringin serta tumbuhan buah yang lain yang menunjang pertumbuhan burung serta mamalia. Ketinggian tempatnya menggapai 1. 351 meter dpl, meliputi habitat dataran rendah, hutan pegunungan rendah, serta hutan lumut.

Taman Wisata Alam Ruteng( NTT)

Taman seluas 32. 245, 60 ha ini melindungi sebagian contoh terbaik hutan pegunungan lembap( masa serta malar hijau) Kepulauan Sunda Kecil, tercantum gunung Ranaka yang berketinggian 2. 140 meter, puncak paling tinggi di Flores. Di dasar puncaknya ada vegetasi alpin.

Taman Nasional Komodo( NTT serta NTB)

Populer sebab komodonya. Taman ini terdiri atas sebagian pulau dengan 3 pulau utama, ialah Pulau Komodo, Pulau Rinca, Serta Pulau Padar. Kawasan ini curah hujannya rendah sehingga miskin flora serta fauna. Keterjalan bukit secara universal tertutup rumput dengan tumbuhan tal serta Zizyphus yang berpencar. Ada tegakan tumbuhan padat di selama alur air serta epifit semacam anggrek yang berkembang dalam kondisi yang membolehkan.

Cagar Alam Lorentz( Papua)

Terbanyak di Asia Tenggara dengan luas 2, 4 juta ha, Cagar Alam Lorentz memiliki seluruh jenis habitat besar yang ada di Papua, meliputi bakau, hutan rawa, hutan pegunungan, dan vegetasi subalpin serta alpin. Cagar alam ini memiliki gunung paling tinggi di Indonesia, Gunung Jaya dengan Puncak Jayanya( 5039 meter), serta salju abadi khatulistiwa.

Cagar Alam Wasur( Papua)

Cagar alam yang dijuluki Serengeti Papua ini ialah padang rumput sangat luas( dekat 70%) dengan rawa ilalang serta hutan masa kombinasi. Tumbuhan sangat khas merupakan tumbuhan kayu putih( Melaleuca leucodendron), berkulit tebal, terkelupas ringan serta gampang berkembang kembali buat menghindari kehancuran oleh api. Taman ini sangat datar serta dataran rendah.