Cari Tahu Sejarah dan Iringan Tari Piring Secara Tradisional

Tari piring merupakan tarian khas dari Sumatera Barat, khususnya dari daerah Minangkabau. Tari tradisional satu ini semakin khas dengan iringan tari piring yang memang menggunakan berbagai alat musik tradisional.

Jika dibandingkan dengan tari tradisional lain di Indonesia. Tari piring memang terbilang populer. Karena itu, itu tidak ada salahnya untuk mencari tahu sejarah dari tari tradisional Sumatera Barat satu ini. Berikut dengan iringan musik tari piring yang membuat tarian ini menarik.

Iringan Tari Piring

Mencari Tahu Sejarah dari Tari Piring

Sebelum membahas mengenai iringan tari piring secara tradisional, ada baiknya untuk memahami sejarah dari tari tradisional terlebih dahulu. Dengan begitu, para pembaca bisa memahami asal-usul dari tarian asal Sumatera Barat satu ini.

Sejarah tari piring bermula dari zaman kerajaan sebelum agama Islam masuk ke Nusantara. Tarian ini menjadi bagian dari upacara atau ritual keagamaan zaman dulu terutama dalam pemujaan dewa-dewi.

Secara spesifik, tari piring ini ditampilkan sebagai bentuk rasa terimakasih pada Dewi Padi. Karena hasil panen yang berhasil dan berlimpah pada musim panen. Karena itu, pada masa tersebut tarian ini diawali dengan pemberian sesajen kepada dewa dan dewi.

Para penari juga akan berjalan beriringan terlebih dahulu sambil membawa dulang dan piring yang berisi persembahan. Tradisi ini juga yang membuat tarian tradisional satu ini disebut sebagai tari piring.

Setelah masuknya Agama Islam ke Nusantara, fungsi tari piring sudah mulai tergeser dan maknanya berubah. Tarian ini pun mengalami beberapa modifikasi dan penyesuaian agar lebih sesuai dengan syariat agama.

Hal inilah yang membuat tradisi pemberian sesajen dihilangkan dari pertunjukan tari piring. Tari piring akhirnya dilestarikan dan tetap dipelajari hingga sekarang. Namun fungsinya bukan sebagai tarian persembahan lagi.

Namun lebih ke pertunjukkan seni dan budaya sebagai salah satu upaya pelestarian. Sekaligus, sebagai bentuk rasa syukur para petani atas hasil panen yang diberikan.

Baca juga: Mengetahui Makna, Tujuan, dan Pola Lantai Tari Piring Adalah Apa

Iringan Tari Piring Secara Tradisional

Dengan adanya teknologi audio, iringan tari piring sekarang banyak digantikan oleh rekaman musik dan nyanyian agar lebih praktis. Sebenarnya tidak ada salahnya jika dilihat dari segi efisiensi.

Namun, perlu diakui bahwa pertunjukan tari piring Minangkabau tidak lengkap jika tidak ada iringan musik dari alat musik tradisional khas Sumatera. Selanjutnya, akan dibahas alat musik apa saja yang digunakan dalam mengiringi tari piring.

Terutama, dalam iringannya secara tradisional yang sekarang mulai terlupakan karena teknologi audio. Berikut adalah penjelasannya yang lebih rinci.

1. Alat Musik Gong dalam Tari Piring

Alat musik pertama yang digunakan dalam iringan tari piring adalah alat musik gong. Gong terbilang iringan yang sangat penting dalam tari piring. Karena gong berperan sebagai pemandu gerakan dari tari piring.

Para penari seringkali berpatokan pada suara gong untuk menentukan langkah sehingga langkah menjadi lebih rapi dan lebih seirama. Gong juga berfungsi untuk menjaga tempo musik secara keseluruhan.

Dengan begitu, para pemain musik yang lain akan tetap bermain dengan seiringan dan tidak ada yang terlalu cepat maupun lambat. Bisa dilihat bahwa Gong merupakan alat musik yang mengambil peran sangat penting dalam iringan musik tari piring.

2. Kesan Semarak dengan Rebana dan Talempong

Rebana dan Talempong sama-sama merupakan alat musik tradisional yang dimainkan dengan cara dipukul. Bedanya, rebahan terbuat dari kulit hewan seperti sapi atau kambing, sedangkan talempong terbuat dari kuningan atau bahan metal lainnya.

Kedua alat musik pukul ini jelas menghasilkan bunyi yang berbeda. Namun, paduan keduanya memiliki tujuan yang sama dalam iringan musik dalam pertunjukan tari piring. Yakni, membuat suasana dan tarian menjadi semakin meriah.

Karena memang suara alat musik pukul sangat semarak sehingga bisa menghidupkan suasana. Bunyi dari alat musik pukul juga menjadi panduan ketukan musik yang dimainkan oleh para iringan lain. Jadi, musik menjadi lebih seirama dan terdengar lebih rapi.

Baca Juga: Mengenal dan Mengetahui Properti Tari Piring Adalah Apa

3. Sentuhan Lembut dari Alat Musik Saluang

Berbeda dengan alat musik Rebana dan Talempong, alat musik Saluang menghasilkan bunyi yang lembut dan mendayu. Fungsinya memang untuk melengkapi kesan tradisional dari iringan musik tari piring.

Saluang dimainkan dengan tujuan menyeimbangkan iringan tari piring. Jadi, musik iringan tidak terdengar terlalu berisik dan tetap terdengar lembut serta nyaman didengarkan. Saluang sendiri merupakan alat musik tradisional yang dimainkan dengan cara ditiup.

Sekilas, saluang akan mengingatkan para pembaca dengan suling dan alat musik tradisional tiup lainnya. Namun, Saluang memiliki kekhasan dalam bunyi yang dihasilkannya. Jadi, jika dibandingkan dengan alat musik tiup yang lainnya.

Bunyi alat musik Saluang ini jauh lebih lembut dan panjang. Memang cocok untuk mengimbangi bunyi meriah dari rebana dan talempong.

4. Bunyi Gemerincing dari Cincin Penari

Para penari tari piring akan menggunakan dua cincin di kedua tangannya sebagai properti. Namun ternyata, cincin ini bukan hanya sekedar properti dengan tujuan hiasan saja. Jika digerakan, cincin-cincin ini akan menghasilkan bunyi gemerincing yang riuh.

Jika dipadukan dengan gerakan tari piring, maka bunyi gemerincingnya akan mengikuti alunan musik yang dimainkan. Dengan begitu, para penari juga bisa turut memeriahkan iringan musik yang dimainkan sepanjang pertunjukan tari piring.

5. Nyanyian Pengiring Tari Piring

Selain ada alat musik yang dimainkan, tari piring juga diiringi dengan dendangan para penari. Nyanyian berupa penuturan lisan ini akan mengiringi sepanjang tarian yang ditampilkan. Namun, ternyata fungsi dari nyanyian ini bukan hanya sekedar mengiringi saja.

Lirik dari nyanyian tari piring ini bertujuan sebagai pedoman cerita dari gerakan yang dilakukan. Jadi, tidak hanya sekedar bernyanyi, dalam pertunjukan tari piring, para penyanyi ini juga menyampaikan cerita pada penonton yang menonton pertunjukan.

Lirik yang dinyanyikan oleh para penari juga sangat menggambarkan kehidupan sehari-hari masyarakat Minangkabau sebagai petani. Hal ini akan memperkuat kesan dan cerita serta gerakan dalam tari piring.

Makna Iringan dan Gerakan dari Tari Piring

Seperti yang dijelaskan pada bagian sejarah tari tradisional ini, tari piring merupakan penggambaran kehidupan masyarakat Minangkabau sebagai seorang petani. Tarian ini menggambarkan proses penanam padi secara tradisional.

Karena itu, tarian ini juga ditunjukan sebagai tarian syukur atas hasil panen yang melimpah. Iringan musik tradisional dan gerakan tarian yang dilakukan dalam tari piring ini memiliki makna rasa syukur yang sangat besar atas rejeki yang diberikan.

Selain itu, untuk menunjukan pada penonton bahwa rezeki yang berlimpah itu sebenarnya berada sangat dekat. Namun, terkadang tidak disadari karena kurangnya rasa syukur di dalam hati.

Itulah informasi mengenai sejarah, iringan tari piring sampai ke maknanya. Dengan mengetahui informasi ini. Para pembaca bisa lebih memahami dan memaknai pertunjukan tari piring yang lebih dari sekedar hiburan namun juga adanya pembelajaran tentang rasa syukur.