Filosofi Tari Piring: Sejarah dan Makna dari Setiap Gerakan

Tarian tradisional Indonesia kini sudah banyak dikenal masyarakat dunia, salah satunya yaitu tari piring. Seperti yang diketahui, tari piring berasal dari Sumatera Barat. Meskipun tarian piring sudah dikenal banyak orang, namun sebaiknya kamu mengetahui filosofi tari piring.

Keunikan tari piring adalah sebuah tarian yang menggunakan piring dengan gerakan cepat tanpa melepaskan piring dari penarinya. Keunikan tari tersebut, membuat semua masyarakat dunia tertarik untuk mengetahui makna pola lantai tari piring dan sejarah tari piring.

Berikut Merupakan Filosofi Tari Piring yang Menarik Perhatian

Dalam filosofi tari piring bermakna untuk menunjukkan rasa syukur kepada tuhan yang maha esa. Bahkan sebelum kedatangan Islam, pelaksanaan tarian ini beriringan dengan penyerahan sesajen kepada para dewa.

Namun, setelah datangnya Islam Masyarakat setempat menilai tarian ini memiliki makna sebuah keharmonisan ketika orang Minangkabau memilih berumah tangga. Hingga saat ini fungsi tari piring yaitu sebagai hiburan bagi masyarakat luas.

Jika kamu tertarik untuk mengetahui lebih lanjut mengenai filosofi tari piring, artikel ini akan memberitahu apa saja makna dari setiap gerakan tari piring ini. Mau tahu apa saja? berikut merupakan filosofi lengkap mengenai tarian piring.

Baca juga: Mengetahui Makna, Tujuan, dan Pola Lantai Tari Piring Adalah Apa

1. Makna dari Tarian Piring

Makna tarian populer dari Sumatera Barat ini mencerminkan kehidupan masyarakat Minangkabau ketika bekerja di sawah.

Selain itu, tarian ini mengungkapkan rasa syukur kepada tuhan YME atas hasil panen yang berlimpah sekaligus mengungkapkan kebahagiaan para petani Minangkabau.

Awal mula atanya tari piring bermakna untuk memuja Dewi Padi atas keberhasilan penen masyarakat Minangkabau. Namun, siring perkembangan zaman, kedatangan Islam membawa perubahan makna tarian piring.

Hingga saat ini, tari piring lebih sering dilakukan saat berlangsungnya acara pernikahan masyarakat Minangkabau.

Fakta tari piring yang paling unik yaitu setiap gerakannya sangat menirukan bagaimana cara petani bercocok tanam. Tidak hanya itu saja, adanya piring diisi makanan lezat memiliki arti rasa gembira dan syukur mendalam.

Filosofi Tari Piring

2. Arti Properti Tarian Piring

Setiap tarian tradisional tentunya memiliki properti masing-masing. Properti pada tari piring memiliki fungsi dan tujuan menambah nilai estetika serta sebagai media penyampaian pesan tarian yang dilangsungkan.

Properti tari piring meliputi beberapa piring kaca untuk makan dan pecahan-pecahan piring berwarna putih. Fakta lainnya, penggunaan property ini menunjukkan hasil panen untuk masyarakat Minangkabau.

Pada saat penari mulai melakukan gerakan, umumnya penari akan menunjukkan ekspresi gembiranya. Selain property piring, adapun cincin yang terbuat dari tempurung kemiri.

Penari akan memakai cincin tersebut di ujung jari telunjuk. Hal tersebut bertujuan untuk menimbulkan bunyi suasana gembira ketika panen tiba. Selain itu, cincin ini juga berfungsi sebagai aksentuasi gerakan dan melengkapi alat music.

3. Arti dari Pakaian Tari Piring

Pada dasarnya dalam tarian piring penari laki-laki dan wanita menggunakan busana khusus. Pakaian yang dikenakan penari laki-laki dinamakan rang mudo.

Busana ini memiliki ciri berlengan lebar, memiliki hiasan renda emas, celana berukuran besar di bagian tengah atau dinamakan saran galembong. Aksesoris yang dipakai penari laki-laki dalam pertunjukan biasanya berupa sisamping, destar, dan cawek.

Sedangkan untuk penari perempuan, berbusana baju kurung berbahan satin atau beludru. Bawahan yang digunakan yaitu berupa kain songket. Untuk aksesoris sendiri biasanya terdapat selendang berbahan kain songket dan tikuluak tanduak balapak.

4. Pola Lantai di Tari Piring

Tari piring memiliki pola lantai membentuk garis lengkung. Garis ini memiliki unsur keagamaan. Pola pada tari piring umumnya membentuk lengkung ular, lingkaran, angka nomor delapan, hingga garis lengkung.

5. Arti Gerakan Menyiang

Dalam tarian piring terdapat gerakan menyiang. Gerakan ini memiliki arti membersihkan sawah masyarakat dari segala hal pengganggu seperti adanya gulma dan rumput liar. Sebenarnya gerakan ini dipertunjukkan sebagai simbol saja.

Baca juga: Mengenal dan Mengetahui Properti Tari Piring Adalah Apa

6. Arti Gerakan Pasambahan

Secara garis besar gerakan pasambahan dilakukan oleh penari laki-laki, gerakan yang satu ini sebagai petanda awal dari tarian.

Uniknya gerakan pasembahan memiliki arti menunjukkan rasa syukur kepada tuhan dan sebagai petanda agar penoton tidak mengganggu penari ketika pertunjukkan di mulai.

7. Arti Gerakan Mencangkul

Selain adanya gerakan yang telah dijelaskan, adapun gerakan mencangkul dalam tari piring. Gerakan ini memiliki arti bentuk dari representasi masyarakat Minangkabau yang mendominasi berprofesi sebagai petani.

8. Arti Gerakan Singanjuo Lalai

Gerakan singanjuo lalai pada tari piring umumnya dilakukan oleh penari perempuan. Pada bagian ini penari wanita akan mempersembahkan gerakan lemah gemulai. Oleh karena itu, dapat dikatakan gerakan singanjuo lalai menunjukkan sisi feminism penari perempuan.

Bukan hanya itu saja, gerakan singanjuo lalai memiliki makna suasana di pagi hari yang dapat menyejukkan mata.

9. Arti Gerakan Menyemai

Arti gerakan selanjutnya dalam tari piring yakni gerakan menyemai. Sama halnya dengan gerakan lain, gerakan menyemai menggambarkan kegiatan bercocok tanam petani. Pada bagian ini, gerakan yang dilakukan yakni menyemai padi sebelum ditanam.

Baca juga: Mengenal Tari Piring Berasal dari Minangkabau

10. Arti Gerakan Membuang Sampah

Gerakan lain yang wajib kamu ketahui yakni gerakan membuang sampah. Sampah dalam tarian ini bermakna sampah dalam dunia pertanian, seperti padi-padi yang mengalami kegagalan panen hingga rumput-rumput sawah.

11. Arti Busana Cenderung Tertutup

Seperti yang diketahui bahwa busana tari piring cenderung tertutup. Hal tersebut dikarenakan penari tarian tradisional ini cenderung menutup auratnya.

Di sisi lain faktor yang menyebabkan busana tari piring cenderung tertutup karena Islam telah masuk ke Minangkabau.

12. Makna Pola Lantai Tari Piring Pada Lampu Togok

Kreasi dari tari piring lampu togok pada dasarnya memiliki pola lantai lurus dan melengkung. Pada pola garis lurus menunjjukan kesan terlihat lebih kuat dan sederhana. Selain itu, pola garis lurus juga beberikkan simbol kebersamaan serta kekuatan mengandung kesederhanaan.

Lain halnya dengan pola garis melengkung yang berarti lembut tetapi lemah. Adanya kedua pola tersebut bertujuan memperindah tarian.

Maka dari itu, penting bagi penari memperhatikan beberapa hal dalam pembuatan pola lantai seperti bentuk pola lantai tersebut, makna dari setiap pola lantai, tempat pertunjukkan, jumlah penari, hingga gerakan tari secara lebih rinci.

Hal yang harus kamu ketahui fungsi dari pola lantai yaitu untuk memperjelas gerakan-gerakan dan memperindah tarian yang dipentaskan.

Tidak hanya itu saja, pola lantai juga berfungsi menyesuaikan tarian dengan luas ruangan, memberikan kekuatan kepada pemeran, hingga membuat karakteristik gerakan tari lebih terlihat hidup.

Penutup

Itulah beberapa pengertian mengenai filosofi tari piring. Tentunya setiap gerakan yang terdapat di tarian ini memiliki maknanya masing-masing, bahkan busana dan properti pun mempunyai maknanya.

Oleh sebab itu, tak jarang banyak masyarakat Indonesia maupun luar negeri tertarik untuk mengetahui filosofi tari piring. Jadi, dapat dikatakan sangat penting bagi kamu untuk mengetahui apa saja filosofi yang terdapat dalam tarian tradisional Indonesia.