Berdasarkan Letak Astronomis, Indonesia Termasuk ke Dalam Wilayah Apa?

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki posisi geografis dan astronomis sangat strategis. Letaknya yang berada di antara dua benua dan dua samudra membuat Indonesia memiliki karakteristik alam yang unik. Selain itu, posisi Indonesia berdasarkan garis lintang dan garis bujur juga memberikan pengaruh besar terhadap iklim, musim, suhu udara, curah hujan, hingga kehidupan masyarakat.
Salah satu pertanyaan yang sering muncul dalam pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial atau Geografi adalah: berdasarkan letak astronomis Indonesia termasuk ke dalam wilayah apa?
Jawabannya adalah Indonesia termasuk ke dalam wilayah beriklim tropis.
Hal tersebut disebabkan oleh posisi astronomis Indonesia yang berada di sekitar garis khatulistiwa, yaitu pada 6° Lintang Utara (LU) sampai 11° Lintang Selatan (LS) dan 95° Bujur Timur (BT) sampai 141° Bujur Timur (BT).
Posisi tersebut menyebabkan sebagian besar wilayah Indonesia menerima sinar Matahari sepanjang tahun dalam jumlah yang relatif besar. Kondisi ini menghasilkan suhu udara yang cenderung hangat, kelembapan tinggi, curah hujan yang cukup besar, serta adanya dua musim utama, yaitu musim hujan dan musim kemarau.
Untuk memahami lebih jauh, mari kita pelajari bagaimana letak astronomis Indonesia memengaruhi kondisi alam dan kehidupan masyarakat.
Apa yang Dimaksud dengan Letak Astronomis?
Letak astronomis adalah posisi suatu wilayah berdasarkan garis lintang dan garis bujur.
Garis lintang merupakan garis khayal yang membentang dari arah barat ke timur dan digunakan untuk menentukan posisi suatu tempat terhadap garis khatulistiwa.
Sementara itu, garis bujur merupakan garis khayal yang membentang dari Kutub Utara hingga Kutub Selatan dan digunakan untuk menentukan posisi suatu wilayah dari arah barat ke timur.
Dengan menggunakan garis lintang dan garis bujur, posisi suatu wilayah di permukaan Bumi dapat diketahui secara lebih tepat.
Dalam sistem koordinat geografis, garis khatulistiwa memiliki nilai 0°. Wilayah di sebelah utara garis khatulistiwa disebut Lintang Utara atau LU, sedangkan wilayah di sebelah selatan disebut Lintang Selatan atau LS.
Untuk garis bujur, titik nol berada di Greenwich, Inggris. Wilayah yang berada di sebelah timur Greenwich disebut Bujur Timur atau BT, sedangkan yang berada di sebelah barat disebut Bujur Barat atau BB.
Letak astronomis sangat penting karena dapat memberikan gambaran mengenai kondisi iklim, pembagian waktu, suhu, musim, dan berbagai karakteristik geografis suatu wilayah.
Letak Astronomis Indonesia
Secara astronomis, Indonesia terletak pada:
6° LU–11° LS dan 95° BT–141° BT.
Posisi tersebut menunjukkan bahwa wilayah Indonesia berada di sekitar garis khatulistiwa.
Sebagian wilayah Indonesia berada di sebelah utara khatulistiwa, sedangkan sebagian lainnya berada di sebelah selatan.
Garis khatulistiwa bahkan melewati sejumlah wilayah Indonesia, seperti sebagian wilayah Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku.
Karena berada dekat garis khatulistiwa, Indonesia memperoleh penyinaran Matahari yang relatif tinggi sepanjang tahun.
Inilah salah satu alasan utama mengapa Indonesia termasuk ke dalam wilayah tropis.
Berdasarkan Letak Astronomis, Indonesia Termasuk ke Dalam Wilayah Tropis
Jika ditanya berdasarkan letak astronomis Indonesia termasuk ke dalam wilayah apa, jawaban yang paling tepat adalah wilayah tropis.
Wilayah tropis adalah kawasan yang berada di sekitar garis khatulistiwa, secara umum di antara Garis Balik Utara dan Garis Balik Selatan.
Indonesia berada dalam rentang tersebut sehingga memiliki karakteristik iklim tropis.
Wilayah tropis mendapatkan sinar Matahari dalam jumlah besar sepanjang tahun.
Akibatnya, suhu udara di Indonesia cenderung hangat dan tidak mengalami perubahan suhu ekstrem seperti negara-negara yang berada di wilayah subtropis atau sedang.
Indonesia juga tidak mengalami empat musim seperti musim semi, musim panas, musim gugur, dan musim dingin.
Sebaliknya, sebagian besar wilayah Indonesia mengalami dua musim utama, yaitu musim hujan dan musim kemarau.
Mengapa Indonesia Termasuk Wilayah Tropis?
Ada beberapa alasan mengapa Indonesia termasuk ke dalam wilayah tropis.
Pertama, Indonesia berada dekat garis khatulistiwa.
Garis khatulistiwa merupakan garis lintang 0° yang membagi Bumi menjadi Belahan Bumi Utara dan Belahan Bumi Selatan.
Daerah yang berada dekat garis ini mendapatkan sinar Matahari dengan sudut datang yang relatif tinggi sepanjang tahun.
Kedua, posisi Indonesia berada di antara 6° LU dan 11° LS.
Rentang tersebut masih berada dalam zona tropis.
Ketiga, Indonesia memiliki suhu udara rata-rata yang relatif tinggi sepanjang tahun.
Meskipun terdapat perbedaan suhu antarwilayah karena ketinggian tempat dan kondisi geografis, secara umum wilayah Indonesia memiliki suhu udara yang hangat.
Keempat, Indonesia memiliki pola musim khas wilayah tropis.
Perubahan musim di Indonesia lebih banyak dipengaruhi oleh pola angin muson dan curah hujan, bukan oleh perbedaan suhu ekstrem antar musim.
Pengaruh Letak Astronomis Indonesia terhadap Iklim
Letak astronomis memberikan pengaruh besar terhadap iklim Indonesia.
Indonesia memiliki iklim tropis yang ditandai oleh suhu udara relatif hangat sepanjang tahun.
Namun, iklim Indonesia tidak hanya dipengaruhi oleh letak astronomis.
Letak geografis, bentuk kepulauan, ketinggian tempat, pergerakan angin, dan kondisi laut juga memengaruhi iklim.
Meskipun demikian, posisi astronomis menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan Indonesia termasuk ke dalam wilayah tropis.
Iklim tropis Indonesia memiliki beberapa ciri utama.
Suhu udara umumnya relatif tinggi.
Curah hujan di banyak wilayah cukup besar.
Kelembapan udara juga tinggi.
Selain itu, perbedaan suhu antara musim satu dengan musim lainnya tidak terlalu ekstrem.
Pengaruh terhadap Suhu Udara
Letak Indonesia yang dekat khatulistiwa membuat wilayahnya mendapatkan sinar Matahari hampir sepanjang tahun.
Akibatnya, suhu udara di Indonesia relatif hangat.
Namun, tidak semua wilayah Indonesia memiliki suhu yang sama.
Daerah dataran rendah cenderung memiliki suhu lebih tinggi dibandingkan wilayah pegunungan.
Sebagai contoh, kota-kota yang berada di dataran tinggi seperti Bandung, Malang, dan beberapa wilayah pegunungan memiliki suhu yang lebih sejuk dibandingkan daerah pesisir.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa letak astronomis memang memengaruhi suhu, tetapi faktor ketinggian juga memberikan pengaruh yang sangat besar.
Secara umum, semakin tinggi suatu wilayah dari permukaan laut, semakin rendah suhu udaranya.
Pengaruh terhadap Musim
Indonesia pada umumnya memiliki dua musim utama, yaitu musim hujan dan musim kemarau.
Musim hujan terjadi ketika wilayah Indonesia menerima banyak massa udara yang membawa uap air.
Sementara itu, musim kemarau terjadi ketika massa udara yang datang memiliki kandungan uap air lebih sedikit.
Pergantian musim di Indonesia sangat dipengaruhi oleh angin muson.
Angin muson merupakan angin yang berubah arah secara periodik.
Pada periode tertentu, angin membawa massa udara basah sehingga terjadi musim hujan.
Pada periode lainnya, angin membawa massa udara yang lebih kering sehingga terjadi musim kemarau.
Karena Indonesia berada di wilayah tropis, perubahan musim lebih banyak ditandai oleh perbedaan jumlah curah hujan dibandingkan perubahan suhu.
Mengapa Indonesia Tidak Mengalami Empat Musim?
Negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, dan sebagian wilayah Tiongkok mengalami empat musim.
Indonesia tidak mengalami empat musim karena berada dekat garis khatulistiwa.
Daerah tropis menerima penyinaran Matahari yang relatif stabil sepanjang tahun.
Sebaliknya, wilayah yang berada pada lintang sedang mengalami perubahan sudut datang sinar Matahari yang lebih besar sepanjang tahun.
Perubahan tersebut menghasilkan perbedaan musim yang lebih jelas.
Karena posisi Indonesia berada di wilayah tropis, perubahan suhu antarwaktu relatif tidak terlalu besar.
Itulah sebabnya Indonesia lebih dikenal memiliki musim hujan dan musim kemarau.
Pengaruh Letak Astronomis terhadap Curah Hujan
Wilayah tropis umumnya memiliki potensi curah hujan cukup tinggi.
Indonesia merupakan negara kepulauan yang dikelilingi oleh laut.
Suhu hangat menyebabkan penguapan air laut berlangsung cukup besar.
Uap air tersebut kemudian dapat membentuk awan dan menghasilkan hujan.
Selain itu, keberadaan pegunungan juga dapat memengaruhi distribusi hujan.
Ketika udara lembap bergerak menuju daerah pegunungan, udara terdorong naik dan mengalami pendinginan.
Proses tersebut dapat menghasilkan hujan yang disebut hujan orografis.
Karena kondisi geografis Indonesia sangat beragam, jumlah curah hujan setiap daerah juga berbeda.
Ada wilayah yang memiliki curah hujan sangat tinggi, sementara wilayah lain lebih kering.
Pengaruh terhadap Kelembapan Udara
Iklim tropis Indonesia juga ditandai oleh tingkat kelembapan udara yang relatif tinggi.
Kelembapan udara menunjukkan banyaknya kandungan uap air di udara.
Indonesia memiliki banyak laut, sungai, dan hutan.
Suhu yang hangat menyebabkan proses penguapan berlangsung secara intensif.
Hal tersebut menyebabkan udara Indonesia mengandung banyak uap air.
Kelembapan yang tinggi menjadi salah satu karakteristik utama wilayah tropis.
Pengaruh Letak Astronomis terhadap Pembagian Waktu
Selain garis lintang, garis bujur juga memberikan pengaruh penting.
Indonesia membentang dari sekitar 95° BT sampai 141° BT.
Bentang garis bujur tersebut sangat luas sehingga Indonesia dibagi menjadi tiga zona waktu.
Ketiga zona waktu tersebut adalah:
- Waktu Indonesia Barat atau WIB
- Waktu Indonesia Tengah atau WITA
- Waktu Indonesia Timur atau WIT
WIB digunakan di wilayah seperti Sumatra, Jawa, dan sebagian Kalimantan.
WITA digunakan di Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, dan sebagian Kalimantan.
WIT digunakan di Maluku dan Papua.
Pembagian waktu ini berkaitan dengan rotasi Bumi.
Bumi berputar dari barat ke timur sehingga wilayah yang berada lebih timur mengalami waktu siang lebih dahulu.
Hubungan Garis Bujur dengan Zona Waktu
Secara teori, Bumi berputar 360° dalam waktu sekitar 24 jam.
Artinya, setiap perbedaan sekitar 15° garis bujur setara dengan perbedaan waktu sekitar satu jam.
Karena Indonesia membentang cukup jauh dari barat ke timur, terdapat perbedaan waktu antara wilayah barat, tengah, dan timur.
Sebagai contoh, ketika di Jakarta pukul 07.00 WIB, di Makassar sudah pukul 08.00 WITA dan di Jayapura sudah pukul 09.00 WIT.
Fenomena ini merupakan salah satu pengaruh langsung dari letak astronomis Indonesia.
Pengaruh Letak Astronomis terhadap Kehidupan Masyarakat
Letak astronomis Indonesia juga memengaruhi kehidupan masyarakat.
Iklim tropis membuat kegiatan pertanian dapat dilakukan hampir sepanjang tahun.
Berbagai jenis tanaman tropis dapat tumbuh dengan baik, seperti padi, kelapa, karet, kopi, kakao, kelapa sawit, dan berbagai jenis buah.
Namun, kegiatan pertanian tetap sangat bergantung pada ketersediaan air dan pola musim.
Musim hujan dapat mendukung pertanian, tetapi hujan berlebihan juga dapat menyebabkan banjir dan gagal panen.
Sebaliknya, musim kemarau yang terlalu panjang dapat menyebabkan kekeringan.
Karena itu, petani perlu menyesuaikan waktu tanam dengan kondisi iklim.
Pengaruh terhadap Flora dan Fauna
Iklim tropis sangat mendukung keanekaragaman hayati.
Indonesia memiliki berbagai jenis hutan tropis yang menjadi habitat bagi banyak flora dan fauna.
Hutan hujan tropis memiliki kondisi hangat, lembap, dan mendapatkan curah hujan tinggi.
Kondisi tersebut memungkinkan banyak jenis tumbuhan tumbuh dengan subur.
Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan tingkat keanekaragaman hayati yang sangat tinggi.
Berbagai jenis satwa khas dapat ditemukan di wilayah Indonesia, seperti orangutan, komodo, anoa, cenderawasih, dan badak Jawa.
Kondisi tersebut tidak terlepas dari kombinasi letak astronomis, letak geografis, sejarah geologi, dan kondisi ekosistem Indonesia.
Pengaruh terhadap Pertanian
Sebagai negara tropis, Indonesia memiliki potensi besar di bidang pertanian.
Sinar Matahari tersedia hampir sepanjang tahun.
Air juga cukup tersedia di banyak wilayah karena curah hujan relatif tinggi.
Kondisi ini memungkinkan berbagai tanaman berkembang dengan baik.
Tanaman pangan seperti padi dapat ditanam di banyak daerah.
Tanaman perkebunan seperti kopi, teh, karet, kelapa sawit, kakao, dan rempah-rempah juga banyak berkembang.
Letak astronomis menjadi salah satu faktor yang mendukung kekayaan hasil pertanian Indonesia.
Pengaruh terhadap Kegiatan Ekonomi
Kondisi iklim tropis juga mendukung berbagai kegiatan ekonomi.
Pertanian, perkebunan, kehutanan, dan pariwisata banyak berkembang karena kondisi alam Indonesia.
Destinasi wisata pantai dapat dikunjungi hampir sepanjang tahun.
Wilayah pegunungan memiliki potensi wisata alam.
Hutan tropis juga memiliki potensi wisata ekologi.
Namun, kondisi tropis juga dapat menimbulkan tantangan.
Hujan lebat dapat menyebabkan banjir dan tanah longsor.
Musim kemarau panjang dapat menyebabkan kekeringan dan kebakaran hutan.
Karena itu, kegiatan ekonomi harus menyesuaikan dengan kondisi alam.
Pengaruh terhadap Bentuk Rumah dan Pakaian
Kondisi iklim juga memengaruhi cara masyarakat beradaptasi.
Rumah tradisional di banyak wilayah Indonesia dirancang sesuai kondisi tropis.
Atap dibuat tinggi atau miring agar air hujan dapat mengalir dengan cepat.
Ventilasi dibuat cukup banyak untuk memperlancar sirkulasi udara.
Beberapa rumah tradisional juga dibangun berbentuk panggung untuk mengurangi risiko banjir atau gangguan hewan.
Dalam hal pakaian, masyarakat lebih banyak menggunakan bahan yang ringan dan nyaman karena suhu udara relatif hangat.
Ini menunjukkan bahwa lingkungan memberikan pengaruh terhadap perkembangan kehidupan manusia.
Pengaruh terhadap Panjang Siang dan Malam
Karena Indonesia berada dekat garis khatulistiwa, durasi siang dan malam relatif hampir sama sepanjang tahun.
Rata-rata siang dan malam berlangsung sekitar 12 jam.
Perbedaannya tidak terlalu besar antara satu musim dan musim lainnya.
Kondisi ini berbeda dengan wilayah yang berada jauh dari garis khatulistiwa.
Di negara yang berada pada lintang tinggi, durasi siang dan malam dapat berubah secara ekstrem menurut musim.
Pada musim panas, waktu siang dapat berlangsung sangat panjang.
Sebaliknya, pada musim dingin, malam dapat berlangsung lebih lama.
Indonesia tidak mengalami perubahan seperti itu karena letaknya yang dekat dengan khatulistiwa.
Perbedaan Letak Astronomis dan Letak Geografis Indonesia
Pelajar sering tertukar antara letak astronomis dan letak geografis.
Letak astronomis ditentukan berdasarkan koordinat garis lintang dan garis bujur.
Indonesia secara astronomis berada pada 6° LU–11° LS dan 95° BT–141° BT.
Sementara itu, letak geografis menunjukkan posisi suatu wilayah dibandingkan dengan wilayah lain.
Secara geografis, Indonesia berada di antara Benua Asia dan Benua Australia, serta di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik.
Jadi, ketika sebuah pertanyaan menyebut garis lintang dan garis bujur, pembahasannya adalah letak astronomis.
Jika pertanyaan menyebut benua, laut, atau samudra di sekitarnya, pembahasannya adalah letak geografis.
Perbedaan Letak Astronomis dan Letak Geologis
Selain letak astronomis dan geografis, ada juga istilah letak geologis.
Letak geologis berkaitan dengan kondisi batuan, struktur kerak Bumi, serta posisi suatu wilayah terhadap lempeng tektonik.
Indonesia berada di kawasan pertemuan beberapa lempeng besar.
Kondisi tersebut menyebabkan Indonesia memiliki banyak gunung api dan sering mengalami gempa bumi.
Jadi, ketiga jenis letak tersebut memiliki arti berbeda.
Letak astronomis berhubungan dengan koordinat.
Letak geografis berhubungan dengan posisi relatif terhadap wilayah lain.
Letak geologis berhubungan dengan struktur dan kondisi kerak Bumi.
Keuntungan Letak Astronomis Indonesia
Letak astronomis Indonesia memberikan berbagai keuntungan.
Pertama, Indonesia mendapatkan sinar Matahari sepanjang tahun.
Hal ini sangat mendukung kegiatan pertanian dan pemanfaatan energi surya.
Kedua, wilayah Indonesia memiliki kondisi tropis yang mendukung keanekaragaman hayati.
Ketiga, pertanian dapat dilakukan dalam berbagai periode sepanjang tahun.
Keempat, panjang siang dan malam relatif stabil.
Kelima, kondisi tropis mendukung perkembangan pariwisata alam.
Keuntungan tersebut membuat Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar.
Tantangan Letak Astronomis Indonesia
Selain memberikan keuntungan, kondisi tropis juga menimbulkan sejumlah tantangan.
Curah hujan tinggi dapat meningkatkan risiko banjir.
Wilayah pegunungan dapat mengalami longsor ketika hujan deras.
Sementara itu, musim kemarau panjang dapat menyebabkan kekeringan dan kebakaran hutan.
Suhu yang hangat dan kelembapan tinggi juga dapat mendukung perkembangan beberapa jenis penyakit dan hama.
Karena itu, manusia harus mampu beradaptasi dengan kondisi lingkungan.
Cara Mudah Mengingat Letak Astronomis Indonesia
Untuk mengingat koordinat Indonesia, gunakan pola sederhana:
6° LU–11° LS dan 95° BT–141° BT.
Ingat bahwa Indonesia berada dekat garis khatulistiwa.
Karena itu, angka lintangnya tidak terlalu besar.
Kemudian ingat bahwa Indonesia berada di sebelah timur Greenwich sehingga seluruh koordinat bujurnya menggunakan BT atau Bujur Timur.
Cara lain adalah memisahkannya menjadi dua bagian:
Lintang: 6 LU sampai 11 LS
Bujur: 95 BT sampai 141 BT
Dengan pola seperti ini, koordinat akan lebih mudah diingat.
Contoh Soal Letak Astronomis Indonesia
Soal 1
Berdasarkan letak astronomis, Indonesia termasuk ke dalam wilayah apa?
Jawaban: Indonesia termasuk ke dalam wilayah tropis.
Soal 2
Berapa letak astronomis Indonesia?
Jawaban: Indonesia terletak antara 6° LU–11° LS dan 95° BT–141° BT.
Soal 3
Apa pengaruh letak astronomis Indonesia terhadap iklim?
Jawaban: Indonesia memiliki iklim tropis dengan suhu relatif hangat, kelembapan tinggi, curah hujan cukup tinggi, serta dua musim utama, yaitu musim hujan dan musim kemarau.
Soal 4
Mengapa Indonesia memiliki tiga zona waktu?
Jawaban: Karena wilayah Indonesia membentang cukup luas dari barat ke timur berdasarkan garis bujur.
Soal 5
Mengapa Indonesia tidak memiliki empat musim?
Jawaban: Karena Indonesia berada dekat garis khatulistiwa dan termasuk wilayah tropis.
FAQ tentang Letak Astronomis Indonesia
Berdasarkan letak astronomis Indonesia termasuk ke dalam wilayah apa?
Berdasarkan letak astronomisnya, Indonesia termasuk ke dalam wilayah tropis karena terletak di sekitar garis khatulistiwa.
Berapa letak astronomis Indonesia?
Letak astronomis Indonesia adalah 6° LU–11° LS dan 95° BT–141° BT.
Apa pengaruh letak astronomis Indonesia?
Letak astronomis memengaruhi iklim tropis, suhu, curah hujan, musim, panjang siang dan malam, serta pembagian zona waktu Indonesia.
Mengapa Indonesia disebut negara tropis?
Indonesia disebut negara tropis karena berada dekat garis khatulistiwa dan menerima sinar Matahari sepanjang tahun.
Berapa musim yang ada di Indonesia?
Secara umum Indonesia memiliki dua musim utama, yaitu musim hujan dan musim kemarau.
Mengapa suhu Indonesia relatif hangat?
Karena letaknya dekat garis khatulistiwa sehingga menerima penyinaran Matahari yang relatif tinggi sepanjang tahun.
Apa hubungan garis bujur dengan waktu di Indonesia?
Garis bujur memengaruhi pembagian zona waktu. Karena wilayah Indonesia sangat luas dari barat ke timur, Indonesia dibagi menjadi WIB, WITA, dan WIT.
Apakah seluruh wilayah Indonesia berada di selatan khatulistiwa?
Tidak. Sebagian wilayah Indonesia berada di utara khatulistiwa dan sebagian lainnya berada di selatan.
Apakah letak astronomis sama dengan letak geografis?
Tidak. Letak astronomis menggunakan garis lintang dan garis bujur, sedangkan letak geografis menunjukkan posisi wilayah terhadap benua, samudra, laut, atau wilayah lain.
Apa keuntungan Indonesia berada di wilayah tropis?
Keuntungannya antara lain mendapat sinar Matahari sepanjang tahun, memiliki keanekaragaman hayati tinggi, mendukung pertanian, serta memiliki potensi pariwisata alam yang besar.
Kesimpulan
Berdasarkan letak astronomis, Indonesia termasuk ke dalam wilayah tropis.
Indonesia secara astronomis terletak pada 6° LU–11° LS dan 95° BT–141° BT.
Posisi tersebut menempatkan Indonesia di sekitar garis khatulistiwa.
Akibatnya, Indonesia menerima sinar Matahari hampir sepanjang tahun.
Kondisi tersebut menyebabkan suhu udara relatif hangat, kelembapan tinggi, curah hujan cukup besar, serta adanya dua musim utama.
Selain itu, letak bujur Indonesia yang luas menyebabkan negara ini memiliki tiga zona waktu, yaitu WIB, WITA, dan WIT.
Letak astronomis juga memberikan pengaruh terhadap pertanian, keanekaragaman hayati, kegiatan ekonomi, bentuk adaptasi masyarakat, dan kehidupan sehari-hari.
Karena itu, letak astronomis bukan sekadar angka koordinat yang harus dihafalkan.
Letak astronomis membantu kita memahami mengapa Indonesia memiliki karakteristik alam seperti sekarang.
Jika muncul pertanyaan “berdasarkan letak astronomis Indonesia termasuk ke dalam wilayah apa?”, jawaban singkat yang perlu diingat adalah:
Indonesia termasuk ke dalam wilayah tropis karena berada di sekitar garis khatulistiwa pada koordinat 6° LU–11° LS dan 95° BT–141° BT.



