Plat E Daerah Mana? Ini Kode Wilayah, Arti Huruf Belakang, dan Cara Cek Pajaknya

Plat E adalah kode nomor kendaraan untuk wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan di Jawa Barat. Kode ini berada di bagian depan nomor polisi kendaraan. Contohnya adalah E 1234 AB.
Secara umum, pembagian kode belakang plat E adalah sebagai berikut:
| Wilayah | Kode Depan | Kode Huruf Belakang |
|---|---|---|
| Kota Cirebon | E | A, B, C, D, E, F, G |
| Kabupaten Cirebon | E | H, I, J, K, L, M, N, O |
| Kabupaten Indramayu | E | P, Q, R, S, T |
| Kabupaten Majalengka | E | U, V, W, X |
| Kabupaten Kuningan | E | Y, Z |
Jadi, jika Anda melihat kendaraan dengan awalan E, kendaraan tersebut terdaftar di kawasan eks Karesidenan Cirebon atau wilayah Ciayumajakuning. Beberapa referensi otomotif nasional mencatat bahwa plat E mencakup Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan. Pembeda wilayah yang lebih spesifik terlihat pada huruf belakang plat.
Apa Itu Plat E?
Plat E adalah tanda nomor kendaraan bermotor dengan kode depan E. Kode ini digunakan untuk kendaraan yang terdaftar di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan. Kode E tidak merujuk pada satu kota saja. Kode ini mencakup beberapa daerah di bagian timur Jawa Barat.
Dalam penggunaan sehari-hari, banyak orang menyebut plat E sebagai plat Cirebon. Sebutan ini tidak sepenuhnya salah, tetapi kurang lengkap. Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon memang memakai plat E. Namun, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Kuningan juga memakai kode yang sama.
Istilah resmi untuk plat nomor adalah Tanda Nomor Kendaraan Bermotor atau TNKB. Peraturan Polri Nomor 7 Tahun 2021 menjelaskan bahwa TNKB merupakan tanda registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor. Aturan ini menjadi dasar penting dalam administrasi kendaraan, termasuk nomor registrasi, STNK, dan BPKB.
Plat E Daerah Mana?
Plat E berasal dari wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan. Wilayah ini berada di Provinsi Jawa Barat. Dalam konteks regional, daerah tersebut sering dikenal sebagai kawasan Ciayumajakuning, yaitu akronim dari Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan.
Plat E digunakan untuk beberapa wilayah administrasi, yaitu:
- Kota Cirebon
- Kabupaten Cirebon
- Kabupaten Indramayu
- Kabupaten Majalengka
- Kabupaten Kuningan
Setiap daerah memakai kode depan yang sama, yaitu E. Perbedaannya terlihat dari huruf belakang setelah angka registrasi. Karena itu, Anda perlu melihat bagian belakang nomor polisi untuk mengetahui asal wilayah kendaraan secara lebih spesifik.
Contoh:
E 1234 AT
Kode E menunjukkan wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, atau Kuningan. Huruf A pada bagian belakang menunjukkan seri yang umum dikaitkan dengan Kota Cirebon.
Contoh lain:
E 5678 YA
Kode E tetap menunjukkan wilayah Ciayumajakuning. Huruf Y pada bagian belakang menunjukkan seri yang umum dikaitkan dengan Kabupaten Kuningan.
Daftar Kode Plat E Berdasarkan Wilayah
Berikut daftar kode plat E berdasarkan daerah dan kode huruf belakangnya.
| No | Wilayah | Kode Plat Depan | Kode Huruf Belakang | Contoh Plat |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Kota Cirebon | E | A, B, C, D, E, F, G | E 1234 AT |
| 2 | Kabupaten Cirebon | E | H, I, J, K, L, M, N, O | E 2345 KA |
| 3 | Kabupaten Indramayu | E | P, Q, R, S, T | E 3456 PA |
| 4 | Kabupaten Majalengka | E | U, V, W, X | E 4567 VA |
| 5 | Kabupaten Kuningan | E | Y, Z | E 5678 YB |
Daftar ini mengikuti pola kode belakang yang banyak digunakan dalam referensi otomotif. Namun, kode seri kendaraan bisa berkembang sesuai kebutuhan registrasi. Karena itu, STNK, BPKB, dan data Samsat tetap menjadi acuan utama untuk memastikan data kendaraan.
Cara Membaca Plat E
Plat kendaraan di Indonesia memiliki pola yang cukup mudah dibaca. Anda bisa membaca nomor polisi dari kiri ke kanan.
Contoh:
E 2847 KP
Cara membacanya sebagai berikut:
E adalah kode wilayah. Kode ini menunjukkan kendaraan terdaftar di Cirebon, Indramayu, Majalengka, atau Kuningan.
2847 adalah nomor registrasi kendaraan. Angka ini menjadi identitas unik kendaraan dalam sistem registrasi.
KP adalah seri belakang. Huruf pertama pada seri belakang dapat membantu mengenali wilayah yang lebih spesifik. Dalam contoh ini, huruf K umum dikaitkan dengan Kabupaten Cirebon.
Pada bagian bawah plat biasanya terdapat angka kecil yang menunjukkan masa berlaku TNKB. Masa berlaku ini penting karena berkaitan dengan pajak lima tahunan dan penggantian plat.
Arti Huruf E pada Plat Nomor

Huruf E pada plat nomor menunjukkan wilayah registrasi kendaraan. Kode ini bukan singkatan resmi dari nama daerah tertentu. Kode E berfungsi sebagai identitas wilayah dalam sistem nomor kendaraan.
Di Indonesia, setiap wilayah memiliki kode plat yang berbeda. Misalnya, B untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya, D untuk Bandung dan sekitarnya, F untuk Bogor, Sukabumi, dan Cianjur, serta E untuk Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan.
Fungsi kode wilayah sangat penting. Petugas dapat mengenali asal registrasi kendaraan dengan cepat. Masyarakat juga dapat mengetahui asal kendaraan secara umum hanya dari huruf depan plat.
Namun, kode depan tidak cukup untuk mengetahui daerah secara detail. Anda perlu melihat huruf belakang untuk membedakan Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan.
Kode Plat E Kota Cirebon
Kota Cirebon menggunakan kode depan E. Huruf belakang yang umum dikaitkan dengan Kota Cirebon adalah A, B, C, D, E, F, dan G.
Contoh plat Kota Cirebon:
E 1234 AC
E 2345 BF
E 3456 GA
Jika Anda melihat kendaraan dengan plat E dan huruf belakang diawali A sampai G, kendaraan tersebut kemungkinan terdaftar di Kota Cirebon. Kota Cirebon menjadi pusat aktivitas ekonomi, pemerintahan, perdagangan, dan transportasi di kawasan timur Jawa Barat.
Kode Kota Cirebon cukup mudah dikenali karena huruf belakangnya berada pada kelompok awal alfabet. Namun, jangan gunakan kode ini sebagai satu-satunya acuan dalam transaksi kendaraan. Cek dokumen kendaraan tetap wajib dilakukan.
Kode Plat E Kabupaten Cirebon
Kabupaten Cirebon juga memakai kode depan E. Huruf belakang yang umum dikaitkan dengan Kabupaten Cirebon adalah H, I, J, K, L, M, N, dan O.
Contoh plat Kabupaten Cirebon:
E 1122 HA
E 2233 JD
E 3344 KM
E 4455 OB
Kabupaten Cirebon memiliki wilayah yang luas dan mengelilingi Kota Cirebon. Karena itu, kendaraan berplat E dari Kabupaten Cirebon sering ditemukan di jalur utama pantura, kawasan industri, pasar, permukiman, dan pusat kegiatan masyarakat.
Perlu dicatat, Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon sama-sama memakai kode E. Pembeda utamanya ada pada huruf belakang.
Kode Plat E Kabupaten Indramayu
Kabupaten Indramayu memakai kode depan E. Huruf belakang yang umum dikaitkan dengan Indramayu adalah P, Q, R, S, dan T.
Contoh plat Indramayu:
E 1234 PA
E 2345 QF
E 3456 RA
E 4567 ST
E 5678 TA
Indramayu berada di jalur pantai utara Jawa Barat. Daerah ini memiliki mobilitas kendaraan yang tinggi karena terhubung dengan jalur pantura, kawasan pertanian, perdagangan, dan aktivitas logistik.
Jika Anda melihat plat E dengan huruf belakang P sampai T, kendaraan tersebut kemungkinan berasal dari Kabupaten Indramayu.
Kode Plat E Kabupaten Majalengka
Kabupaten Majalengka memakai kode depan E. Huruf belakang yang umum dikaitkan dengan Majalengka adalah U, V, W, dan X.
Contoh plat Majalengka:
E 1357 UA
E 2468 VC
E 3579 WA
E 4680 XD
Majalengka berada di bagian timur Jawa Barat dan memiliki konektivitas yang makin penting. Keberadaan infrastruktur transportasi seperti Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati membuat mobilitas kendaraan di wilayah ini terus berkembang.
Jika Anda melihat plat E dengan huruf belakang U, V, W, atau X, kendaraan tersebut kemungkinan terdaftar di Kabupaten Majalengka.
Kode Plat E Kabupaten Kuningan
Kabupaten Kuningan menggunakan kode depan E. Huruf belakang yang umum dikaitkan dengan Kuningan adalah Y dan Z.
Contoh plat Kuningan:
E 1234 YA
E 2345 ZB
E 3456 YK
Kabupaten Kuningan berada di bagian tenggara kawasan Ciayumajakuning. Daerah ini dikenal sebagai wilayah yang dekat dengan Gunung Ciremai dan berbatasan dengan beberapa kabupaten di Jawa Barat serta Jawa Tengah.
Jika Anda melihat kendaraan dengan plat E dan huruf belakang diawali Y atau Z, kendaraan tersebut kemungkinan berasal dari Kabupaten Kuningan.
Mengapa Plat E Sering Dianggap Plat Cirebon?
Plat E sering dianggap sebagai plat Cirebon karena Cirebon menjadi pusat wilayah registrasi yang paling dikenal. Kota Cirebon juga memiliki posisi strategis di jalur pantura. Banyak kendaraan dari wilayah lain melintas atau beraktivitas di Cirebon.
Namun, anggapan bahwa plat E hanya milik Cirebon kurang tepat. Plat E juga digunakan oleh Indramayu, Majalengka, dan Kuningan. Keempat wilayah ini memiliki hubungan historis, geografis, ekonomi, dan administratif yang kuat dalam kawasan timur Jawa Barat.
Karena itu, jawaban paling tepat untuk pertanyaan “plat E daerah mana?” adalah:
Plat E berasal dari wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan.
Jika ingin lebih detail, lihat huruf belakang nomor polisi.
Contoh Plat E dan Cara Menentukan Asalnya
Berikut beberapa contoh plat E dan kemungkinan asal wilayahnya.
E 1234 AB
Huruf belakang diawali A. Kendaraan ini kemungkinan berasal dari Kota Cirebon.
E 2345 HF
Huruf belakang diawali H. Kendaraan ini kemungkinan berasal dari Kabupaten Cirebon.
E 3456 PA
Huruf belakang diawali P. Kendaraan ini kemungkinan berasal dari Kabupaten Indramayu.
E 4567 UD
Huruf belakang diawali U. Kendaraan ini kemungkinan berasal dari Kabupaten Majalengka.
E 5678 ZA
Huruf belakang diawali Z. Kendaraan ini kemungkinan berasal dari Kabupaten Kuningan.
Contoh tersebut membantu Anda membaca plat secara cepat. Namun, contoh itu tidak menggantikan data resmi. Untuk memastikan asal kendaraan, periksa STNK, BPKB, atau layanan informasi pajak kendaraan.
Fungsi Plat E pada Kendaraan
Plat E memiliki fungsi yang sama seperti plat kendaraan lain di Indonesia. Fungsi utamanya adalah sebagai identitas kendaraan.
Pertama, plat membantu petugas mengenali kendaraan. Setiap kendaraan memiliki nomor polisi yang berbeda. Nomor ini terhubung dengan data registrasi kendaraan.
Kedua, plat membantu administrasi pajak. Nomor polisi digunakan untuk mengecek pajak kendaraan, masa berlaku STNK, dan kewajiban pembayaran.
Ketiga, plat membantu penegakan hukum lalu lintas. Saat terjadi pelanggaran, kecelakaan, atau tindak pidana, nomor polisi menjadi data awal untuk identifikasi kendaraan.
Keempat, plat membantu proses jual beli kendaraan. Pembeli dapat mencocokkan nomor polisi dengan dokumen resmi.
Kelima, plat membantu pengelolaan data kendaraan di wilayah tertentu. Pemerintah dan kepolisian dapat memantau jumlah kendaraan berdasarkan wilayah registrasi.
Cara Cek Pajak Kendaraan Plat E
Kendaraan berplat E berada di wilayah Jawa Barat. Karena itu, pengecekan pajak kendaraan dapat dilakukan melalui layanan informasi pajak kendaraan Bapenda Jawa Barat. Laman Info PKB Bapenda Jabar menyediakan kolom nomor polisi dan pilihan warna TNKB untuk mengecek informasi kendaraan.
Cara cek pajak plat E secara umum:
- Siapkan nomor polisi kendaraan.
- Buka layanan informasi pajak kendaraan Jawa Barat.
- Masukkan kode depan, angka, dan huruf belakang plat.
- Pilih warna TNKB sesuai jenis kendaraan.
- Klik tombol pencarian.
- Periksa informasi pajak, masa berlaku, dan data kendaraan yang tersedia.
Pastikan Anda menulis nomor polisi dengan benar. Kesalahan satu huruf dapat membuat data tidak muncul. Cek juga warna plat, karena sistem biasanya meminta warna TNKB seperti putih, kuning, atau merah.
Warna Plat Kendaraan E
Warna plat kendaraan berplat E mengikuti aturan nasional. Kode E hanya menunjukkan wilayah registrasi. Warna plat menunjukkan jenis penggunaan kendaraan.
Secara umum:
Plat putih tulisan hitam digunakan untuk kendaraan pribadi.
Plat kuning tulisan hitam digunakan untuk kendaraan umum.
Plat merah tulisan putih digunakan untuk kendaraan dinas pemerintah.
Plat khusus digunakan untuk jenis kendaraan tertentu sesuai aturan yang berlaku.
Jadi, mobil pribadi dari Cirebon dan motor pribadi dari Indramayu sama-sama dapat memakai plat putih dengan tulisan hitam. Perbedaannya ada pada nomor polisi, jenis kendaraan, dan data registrasi.
Apakah Plat E Selalu Milik Orang Cirebon?
Tidak selalu. Plat E menunjukkan kendaraan terdaftar di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, atau Kuningan. Namun, pemiliknya bisa saja tinggal di daerah lain.
Hal ini sering terjadi pada kendaraan bekas. Misalnya, seseorang di Bandung membeli mobil bekas berplat E dari Cirebon. Jika kendaraan belum dimutasi atau belum balik nama ke wilayah baru, platnya tetap memakai kode E.
Hal yang sama juga bisa terjadi karena pemilik pindah domisili, bekerja di luar daerah, atau menggunakan kendaraan di kota lain. Karena itu, plat menunjukkan asal registrasi kendaraan, bukan selalu alamat pemilik saat ini.
Tips Mengecek Kendaraan Bekas Berplat E
Jika Anda ingin membeli kendaraan bekas berplat E, lakukan pengecekan secara teliti. Jangan hanya menilai dari tampilan luar kendaraan.
Pertama, cocokkan nomor polisi pada plat dengan STNK. Nomor pada plat harus sama dengan nomor pada dokumen.
Kedua, cocokkan nomor rangka dan nomor mesin. Data ini harus sama dengan STNK dan BPKB.
Ketiga, cek pajak kendaraan. Pastikan kendaraan tidak memiliki tunggakan pajak yang besar.
Keempat, cek masa berlaku STNK. Perhatikan apakah pajak tahunan dan pajak lima tahunan masih aktif.
Kelima, periksa nama pemilik. Jika Anda membeli kendaraan dari pihak kedua atau ketiga, pastikan alur kepemilikannya jelas.
Keenam, pertimbangkan biaya balik nama. Jika kendaraan akan Anda pakai dalam jangka panjang, balik nama sangat penting agar administrasi lebih mudah.
Ketujuh, cek status mutasi jika kendaraan akan dipindahkan ke luar Jawa Barat. Mutasi kendaraan membutuhkan proses administrasi tambahan.
Balik Nama Kendaraan Plat E
Balik nama adalah proses mengganti nama pemilik kendaraan pada dokumen resmi. Proses ini penting saat kendaraan berpindah kepemilikan.
Jika Anda membeli kendaraan berplat E dan masih berdomisili di wilayah yang sama, proses balik nama dapat dilakukan melalui Samsat sesuai ketentuan setempat. Jika Anda membawa kendaraan ke luar daerah, Anda perlu mengurus mutasi keluar dan mutasi masuk.
Balik nama memberi beberapa manfaat. Anda tidak perlu meminjam KTP pemilik lama saat mengurus pajak. Anda juga memiliki dokumen kendaraan yang lebih aman secara hukum. Selain itu, proses jual beli berikutnya akan lebih mudah.
Dokumen yang biasanya diperlukan meliputi STNK, BPKB, KTP pemilik baru, kuitansi pembelian, hasil cek fisik, dan dokumen pendukung lain sesuai ketentuan layanan Samsat.
Mutasi Kendaraan Plat E ke Daerah Lain
Kendaraan berplat E dapat dimutasi ke daerah lain. Mutasi dilakukan jika pemilik ingin memindahkan registrasi kendaraan ke wilayah Samsat yang berbeda.
Contoh kasus:
Anda membeli mobil berplat E di Cirebon, lalu ingin mendaftarkannya di Jakarta. Anda perlu melakukan mutasi keluar dari wilayah asal, lalu melakukan mutasi masuk di wilayah tujuan.
Proses mutasi biasanya mencakup cek fisik kendaraan, pencabutan berkas, pelunasan pajak, dan pendaftaran ulang. Setelah proses selesai, kendaraan akan mendapat nomor polisi baru sesuai wilayah tujuan.
Mutasi perlu dilakukan dengan benar. Jika tidak, Anda bisa kesulitan membayar pajak lima tahunan atau mengganti plat.
Perbedaan Plat E dan Plat Z
Banyak orang membandingkan plat E dengan plat Z karena keduanya berada di Jawa Barat. Namun, keduanya berbeda wilayah.
Plat E digunakan untuk Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan. Plat Z digunakan untuk wilayah Priangan Timur seperti Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, dan Pangandaran menurut banyak referensi kode plat kendaraan.
Jadi, jangan menyamakan plat E dengan plat Z. Keduanya sama-sama berasal dari Jawa Barat, tetapi mewakili wilayah registrasi yang berbeda.
Perbedaan Plat E dan Plat D
Plat D dikenal sebagai plat Bandung dan sekitarnya. Plat D digunakan untuk wilayah Bandung, Cimahi, dan sebagian wilayah sekitarnya. Sementara itu, plat E digunakan untuk Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan.
Perbedaan ini penting karena banyak kendaraan dari berbagai daerah Jawa Barat bergerak lintas wilayah. Di Bandung, Anda bisa melihat kendaraan berplat E. Di Cirebon, Anda juga bisa melihat kendaraan berplat D. Namun, kode depan tetap menunjukkan asal registrasi kendaraan.
Plat E untuk Motor dan Mobil
Kode E digunakan untuk berbagai jenis kendaraan bermotor. Kode ini bisa dipakai untuk sepeda motor, mobil pribadi, kendaraan barang, bus, kendaraan umum, dan kendaraan dinas yang terdaftar di wilayah plat E.
Kode E tidak menunjukkan jenis kendaraan. Jenis kendaraan dapat dilihat dari dokumen, bentuk fisik, kategori registrasi, dan warna plat.
Contoh:
E 1234 AB bisa menjadi nomor polisi mobil pribadi.
E 5678 YC bisa menjadi nomor polisi sepeda motor.
E 9012 PA bisa menjadi nomor polisi kendaraan lain sesuai registrasi.
Karena itu, jangan menyimpulkan jenis kendaraan hanya dari kode E. Kode E hanya menunjukkan wilayah registrasi.
Mengapa Banyak Orang Mencari Keyword “Plat E”?
Keyword “Plat E” banyak dicari karena memiliki intent informasional yang jelas. Pengguna biasanya ingin mendapat jawaban cepat tentang daerah asal kendaraan.
Ada beberapa alasan orang mencari keyword ini.
Pertama, mereka melihat kendaraan berplat E di jalan dan ingin tahu asal daerahnya.
Kedua, mereka ingin membeli kendaraan bekas dan perlu mengecek asal registrasi.
Ketiga, mereka ingin mengetahui kode belakang untuk membedakan Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan.
Keempat, mereka ingin mengecek pajak kendaraan berplat E.
Kelima, mereka ingin memahami arti nomor polisi agar tidak salah membaca informasi kendaraan.
Karena itu, artikel tentang plat E harus langsung menjawab pertanyaan utama sejak awal. Artikel juga perlu memberi tabel kode wilayah, contoh plat, cara cek pajak, dan FAQ agar lengkap untuk pembaca serta mudah dipahami mesin pencari.
Kesalahan Umum Saat Membaca Plat E
Ada beberapa kesalahan umum saat orang membaca plat E.
Kesalahan pertama adalah mengira plat E hanya milik Kota Cirebon. Padahal, kode E juga digunakan oleh Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan.
Kesalahan kedua adalah tidak melihat huruf belakang. Padahal, huruf belakang membantu mengenali wilayah yang lebih spesifik.
Kesalahan ketiga adalah menganggap plat menunjukkan alamat pemilik saat ini. Padahal, plat hanya menunjukkan wilayah registrasi kendaraan.
Kesalahan keempat adalah mengabaikan dokumen kendaraan saat transaksi. Nomor polisi harus cocok dengan STNK dan BPKB.
Kesalahan kelima adalah tidak mengecek pajak. Kendaraan dengan plat aktif belum tentu bebas tunggakan.
Kesalahan keenam adalah salah mengetik nomor polisi saat cek pajak online. Pastikan huruf dan angka tertulis lengkap.
Cara Aman Menggunakan Informasi Plat E
Informasi plat kendaraan sebaiknya digunakan secara wajar. Anda dapat menggunakannya untuk mengenali asal wilayah kendaraan, mengecek pajak kendaraan milik sendiri, atau memeriksa dokumen saat membeli kendaraan bekas.
Namun, jangan memakai nomor polisi untuk mengakses, menyebarkan, atau menyalahgunakan data pribadi. Data pemilik kendaraan termasuk informasi sensitif. Gunakan layanan resmi hanya untuk tujuan yang sah.
Jika Anda menemukan kendaraan mencurigakan, jangan melakukan tindakan sendiri. Catat nomor polisi, lokasi, waktu kejadian, dan laporkan kepada pihak berwenang.
Kesimpulan
Plat E adalah kode nomor kendaraan untuk wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan di Jawa Barat. Kode ini digunakan oleh Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Kuningan.
Pembagian kode belakang plat E adalah sebagai berikut:
Kota Cirebon memakai huruf belakang A, B, C, D, E, F, dan G.
Kabupaten Cirebon memakai huruf belakang H, I, J, K, L, M, N, dan O.
Kabupaten Indramayu memakai huruf belakang P, Q, R, S, dan T.
Kabupaten Majalengka memakai huruf belakang U, V, W, dan X.
Kabupaten Kuningan memakai huruf belakang Y dan Z.
Untuk membaca plat E, lihat kode depan, angka registrasi, dan huruf belakang. Kode depan menunjukkan wilayah utama. Huruf belakang membantu mengenali daerah yang lebih spesifik. Namun, STNK, BPKB, dan data Samsat tetap menjadi acuan paling kuat.
Jika Anda ingin membeli kendaraan bekas berplat E, cek nomor polisi, nomor rangka, nomor mesin, pajak, STNK, BPKB, dan status kepemilikan. Langkah ini membantu Anda menghindari masalah administrasi di kemudian hari.
FAQ tentang Plat E
1. Plat E daerah mana?
Plat E berasal dari wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan di Jawa Barat.
2. Apakah plat E hanya untuk Cirebon?
Tidak. Plat E digunakan oleh Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Kuningan.
3. Apa kode plat Kota Cirebon?
Kota Cirebon memakai kode depan E dengan huruf belakang A, B, C, D, E, F, dan G.
4. Apa kode plat Kabupaten Cirebon?
Kabupaten Cirebon memakai kode depan E dengan huruf belakang H, I, J, K, L, M, N, dan O.
5. Apa kode plat Indramayu?
Kabupaten Indramayu memakai kode depan E dengan huruf belakang P, Q, R, S, dan T.
6. Apa kode plat Majalengka?
Kabupaten Majalengka memakai kode depan E dengan huruf belakang U, V, W, dan X.
7. Apa kode plat Kuningan?
Kabupaten Kuningan memakai kode depan E dengan huruf belakang Y dan Z.
8. Bagaimana contoh plat E?
Contoh plat E adalah E 1234 AB, E 2345 KP, E 3456 PA, E 4567 VA, dan E 5678 YA.
9. Bagaimana cara membaca plat E?
Baca dari kiri ke kanan. Huruf E menunjukkan wilayah registrasi. Angka menunjukkan nomor registrasi. Huruf belakang menunjukkan seri wilayah.
10. Apakah plat E bisa dicek pajaknya online?
Ya. Kendaraan plat E dapat dicek melalui layanan informasi pajak kendaraan Jawa Barat.
11. Apakah plat E bisa dimutasi ke daerah lain?
Ya. Kendaraan berplat E bisa dimutasi ke daerah lain melalui prosedur mutasi kendaraan di Samsat.
12. Apakah plat E menunjukkan domisili pemilik?
Tidak selalu. Plat E menunjukkan wilayah registrasi kendaraan, bukan selalu alamat terbaru pemilik.
13. Apakah huruf belakang plat E bisa berubah?
Seri huruf belakang dapat berkembang sesuai kebutuhan registrasi. Gunakan STNK, BPKB, dan data Samsat sebagai acuan utama.
14. Apa bedanya plat E dan plat D?
Plat E digunakan untuk Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan. Plat D digunakan untuk Bandung dan sekitarnya.
15. Apa yang harus dicek sebelum membeli kendaraan plat E?
Cek STNK, BPKB, nomor polisi, nomor rangka, nomor mesin, pajak kendaraan, status kepemilikan, dan biaya balik nama.




