Plat G Daerah Mana? Ini Daftar Wilayah dan Kode Belakangnya

Plat G daerah mana? Plat nomor G digunakan oleh kendaraan yang terdaftar di wilayah Pekalongan, Batang, Pemalang, Tegal, dan Brebes, Provinsi Jawa Tengah.
Secara administratif, kode plat G mencakup tujuh kota dan kabupaten. Wilayah tersebut terdiri dari Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Batang, Kabupaten Pemalang, Kota Tegal, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Brebes.
Huruf G yang berada di bagian depan nomor polisi menunjukkan wilayah registrasi utama. Namun, huruf tersebut belum dapat menunjukkan asal kota atau kabupaten secara spesifik.
Anda perlu melihat huruf pertama setelah deretan angka untuk mengetahui wilayah registrasi kendaraan secara lebih terperinci.
Sebagai contoh, kendaraan dengan nomor G 1234 AS dan G 5678 FA sama-sama memakai plat G. Namun, keduanya berasal dari wilayah registrasi yang berbeda. Huruf A mengarah ke Kota Pekalongan, sedangkan huruf F mengarah ke Kabupaten Tegal.
Artikel ini membahas asal plat G, daftar wilayah pengguna, kode huruf belakang, cara membaca nomor kendaraan, cara mengecek pajak, dan tips memeriksa kendaraan bekas.
Plat Nomor G Berasal dari Daerah Mana?
Plat nomor G berasal dari Provinsi Jawa Tengah. Kode ini digunakan oleh kendaraan bermotor yang terdaftar di wilayah pesisir utara bagian barat Jawa Tengah.
Berikut daerah pengguna plat G:
- Kota Pekalongan
- Kabupaten Pekalongan
- Kabupaten Batang
- Kabupaten Pemalang
- Kota Tegal
- Kabupaten Tegal
- Kabupaten Brebes
Wilayah tersebut memiliki kode depan yang sama. Namun, setiap kota dan kabupaten memiliki alokasi huruf belakang yang berbeda.
Pembagian huruf belakang membantu petugas dan masyarakat mengenali wilayah pendaftaran kendaraan. Sistem ini juga mendukung pengelolaan administrasi, pembayaran pajak, mutasi, dan identifikasi kendaraan.
Plat G dapat digunakan oleh sepeda motor, mobil pribadi, kendaraan niaga, bus, truk, serta kendaraan dinas yang terdaftar di wilayah tersebut.
Daftar Kode Belakang Plat G
Huruf pertama setelah angka menjadi petunjuk utama untuk mengenali kota atau kabupaten asal kendaraan.
Berikut daftar kode belakang plat G:
| Wilayah | Kode belakang | Contoh plat nomor |
|---|---|---|
| Kota Pekalongan | A, H, S | G 1234 AS |
| Kabupaten Pekalongan | B, K, O, T | G 2345 BK |
| Kabupaten Batang | C, L, V, X | G 3456 CL |
| Kabupaten Pemalang | D, I, M, W | G 4567 DM |
| Kota Tegal | E, N, Y | G 5678 EN |
| Kabupaten Tegal | F, P, Q, Z | G 6789 FP |
| Kabupaten Brebes | G, J, R, U | G 7890 GR |
Pembacaan wilayah mengacu pada huruf pertama setelah angka.
Sebagai contoh, nomor G 1234 AS memiliki kode belakang AS. Huruf A menunjukkan Kota Pekalongan. Huruf S menjadi seri tambahan kendaraan.
Seri huruf dapat berkembang mengikuti jumlah registrasi dan kebijakan kepolisian. Karena itu, gunakan STNK dan data Samsat sebagai rujukan utama saat memeriksa identitas kendaraan.
1. Plat G Kota Pekalongan
Kendaraan yang terdaftar di Kota Pekalongan menggunakan kode belakang A, H, atau S.
Contoh nomor kendaraan:
- G 1234 AA
- G 2345 HA
- G 3456 SA
- G 4567 AS
- G 5678 HB
Pada nomor G 4567 AS, huruf A setelah angka menunjukkan bahwa kendaraan tersebut terdaftar di Kota Pekalongan.
Kota Pekalongan menjadi salah satu pusat perdagangan dan industri di jalur Pantura Jawa Tengah. Mobilitas kendaraan di wilayah ini cukup tinggi. Karena itu, plat G dengan kode belakang Kota Pekalongan sering terlihat di daerah lain.
Kendaraan yang berada di luar Pekalongan tidak otomatis memiliki registrasi baru. Nomor polisi tetap sama sampai pemilik melakukan mutasi kendaraan.
2. Plat G Kabupaten Pekalongan
Kabupaten Pekalongan menggunakan kode belakang B, K, O, atau T.
Contoh plat Kabupaten Pekalongan:
- G 1122 BA
- G 2233 KA
- G 3344 OA
- G 4455 TA
- G 5566 BT
Pada nomor G 1122 BA, huruf B menunjukkan wilayah registrasi Kabupaten Pekalongan.
Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan merupakan dua wilayah administratif yang berbeda. Keduanya menggunakan kode depan G, tetapi memiliki seri belakang yang berbeda.
Kota Pekalongan memakai kode A, H, atau S. Kabupaten Pekalongan memakai kode B, K, O, atau T.
Perbedaan ini penting saat Anda mengurus pembayaran pajak, mutasi, balik nama, atau membeli kendaraan bekas.
3. Plat G Kabupaten Batang
Kendaraan dari Kabupaten Batang menggunakan kode belakang C, L, V, atau X.
Contohnya:
- G 1357 CA
- G 2468 LA
- G 3579 VA
- G 4680 XA
- G 5791 CL
Jika nomor kendaraan tertulis G 1357 CA, huruf C menunjukkan bahwa kendaraan tersebut terdaftar di Kabupaten Batang.
Kabupaten Batang berada di jalur utama Pantura. Wilayah ini berbatasan dengan Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Kendal.
Meskipun Batang berdekatan dengan Kendal, keduanya memakai kode plat yang berbeda. Batang menggunakan plat G. Kendal menggunakan plat H.
Periksa huruf depan dan belakang secara lengkap agar Anda tidak keliru menentukan asal kendaraan.
4. Plat G Kabupaten Pemalang
Kabupaten Pemalang menggunakan kode belakang D, I, M, atau W.
Contoh nomor kendaraan:
- G 1010 DA
- G 2020 IA
- G 3030 MA
- G 4040 WA
- G 5050 DM
Pada nomor G 3030 MA, huruf M setelah angka menunjukkan bahwa kendaraan tersebut terdaftar di Kabupaten Pemalang.
Pemalang berada di antara Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Tegal. Kendaraan berplat G dari Pemalang sering ditemukan di berbagai wilayah Jawa Tengah.
Kode belakang membantu membedakan kendaraan Pemalang dari kendaraan plat G lainnya. Namun, kode tersebut tidak selalu menunjukkan tempat tinggal pemilik saat ini.
Pemilik dapat pindah tempat tinggal tanpa langsung memindahkan registrasi kendaraan. Karena itu, alamat pada STNK menjadi rujukan yang lebih akurat.
5. Plat G Kota Tegal
Kendaraan dari Kota Tegal menggunakan kode belakang E, N, atau Y.
Contohnya:
- G 1212 EA
- G 2323 NA
- G 3434 YA
- G 4545 EN
- G 5656 YB
Pada nomor G 1212 EA, huruf E menunjukkan wilayah registrasi Kota Tegal.
Kota Tegal dan Kabupaten Tegal memakai kode depan yang sama. Namun, keduanya memiliki seri belakang yang berbeda.
Kota Tegal memakai kode E, N, atau Y. Kabupaten Tegal memakai kode F, P, Q, atau Z.
Perbedaan wilayah kota dan kabupaten sering menimbulkan kekeliruan. Perhatikan huruf pertama setelah angka agar Anda dapat membedakannya.
6. Plat G Kabupaten Tegal
Kabupaten Tegal menggunakan kode belakang F, P, Q, atau Z.
Contoh plat Kabupaten Tegal:
- G 1478 FA
- G 2589 PA
- G 3690 QA
- G 4701 ZA
- G 5812 FQ
Jika nomor kendaraan tertulis G 1478 FA, huruf F menunjukkan bahwa kendaraan tersebut terdaftar di Kabupaten Tegal.
Wilayah Kabupaten Tegal mencakup Slawi dan berbagai kecamatan di sekitarnya. Slawi menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Tegal.
Kendaraan yang berasal dari Slawi tetap menggunakan plat G dengan seri belakang Kabupaten Tegal. Slawi tidak memiliki kode plat depan tersendiri.
7. Plat G Kabupaten Brebes
Kendaraan dari Kabupaten Brebes menggunakan kode belakang G, J, R, atau U.
Contohnya:
- G 1111 GA
- G 2222 JA
- G 3333 RA
- G 4444 UA
- G 5555 GJ
Pada nomor G 3333 RA, huruf R setelah angka menunjukkan bahwa kendaraan tersebut terdaftar di Kabupaten Brebes.
Brebes berada di bagian barat Provinsi Jawa Tengah. Wilayah ini berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Barat.
Kendaraan dari Brebes tetap menggunakan plat G, bukan plat E. Plat E digunakan oleh beberapa wilayah di Jawa Barat bagian timur laut, seperti Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan.
Lokasi geografis yang berdekatan tidak selalu membuat dua daerah memakai kode plat yang sama.
Cara Membaca Plat Nomor G
Susunan nomor polisi kendaraan terdiri dari beberapa bagian. Setiap bagian memiliki fungsi tersendiri.
Perhatikan contoh berikut:
G 1234 BK
Cara membacanya:
- G merupakan kode wilayah registrasi.
- 1234 merupakan nomor urut registrasi kendaraan.
- BK merupakan seri huruf belakang.
- B menunjukkan Kabupaten Pekalongan.
- K merupakan seri tambahan kendaraan.
Bagian bawah plat juga memuat bulan dan tahun masa berlaku TNKB.
Sebagai contoh, angka 08.29 menunjukkan bahwa TNKB berlaku sampai Agustus 2029.
Angka tersebut bukan tanggal jatuh tempo pajak tahunan. Pemilik tetap wajib membayar Pajak Kendaraan Bermotor setiap tahun sesuai tanggal yang tercantum dalam STNK.
Apakah Semua Plat G Berasal dari Pekalongan?
Tidak. Plat G tidak hanya berasal dari Pekalongan.
Kode G mencakup tujuh wilayah di Jawa Tengah. Wilayah tersebut terdiri dari Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Batang, Kabupaten Pemalang, Kota Tegal, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Brebes.
Berikut contoh perbedaannya:
- G 1234 AA berasal dari Kota Pekalongan.
- G 2345 BA berasal dari Kabupaten Pekalongan.
- G 3456 CA berasal dari Kabupaten Batang.
- G 4567 DA berasal dari Kabupaten Pemalang.
- G 5678 EA berasal dari Kota Tegal.
- G 6789 FA berasal dari Kabupaten Tegal.
- G 7890 GA berasal dari Kabupaten Brebes.
Huruf pertama setelah angka membantu Anda mengenali wilayah registrasi kendaraan secara lebih spesifik.
Apakah Plat G Berasal dari Gresik?
Tidak. Plat G bukan kode kendaraan untuk Kabupaten Gresik.
Kabupaten Gresik berada di Provinsi Jawa Timur dan menggunakan kode plat W. Kode W juga digunakan oleh kendaraan dari wilayah Sidoarjo.
Plat G berasal dari wilayah Jawa Tengah. Cakupannya meliputi Pekalongan, Batang, Pemalang, Tegal, dan Brebes.
Kesalahan ini sering terjadi karena masyarakat menghubungkan huruf depan plat dengan huruf awal nama daerah. Padahal, kode plat kendaraan tidak selalu mengikuti huruf pertama nama kota atau kabupaten.
Apakah Plat G Berasal dari Yogyakarta?
Tidak. Kendaraan dari Daerah Istimewa Yogyakarta menggunakan kode plat AB.
Kode AB mencakup Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, Kabupaten Kulon Progo, dan Kabupaten Gunungkidul.
Plat G hanya digunakan di sebagian wilayah Jawa Tengah. Kode tersebut tidak berlaku untuk kendaraan yang terdaftar di Yogyakarta.
Perbedaan Plat G Kota dan Kabupaten
Plat G mencakup dua kota dan lima kabupaten.
Dua kota tersebut adalah Kota Pekalongan dan Kota Tegal. Lima kabupaten tersebut adalah Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Batang, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Brebes.
Kota dan kabupaten memiliki pemerintahan serta wilayah administrasi yang berbeda. Meskipun namanya sama, Kota Pekalongan berbeda dari Kabupaten Pekalongan. Hal yang sama berlaku untuk Kota Tegal dan Kabupaten Tegal.
Kode belakang membantu membedakan wilayah tersebut:
- Kota Pekalongan memakai A, H, dan S.
- Kabupaten Pekalongan memakai B, K, O, dan T.
- Kota Tegal memakai E, N, dan Y.
- Kabupaten Tegal memakai F, P, Q, dan Z.
Pemeriksaan kode ini berguna saat Anda ingin mengetahui Samsat asal kendaraan.
Arti Warna Plat Nomor Kendaraan
Selain huruf dan angka, warna plat menunjukkan fungsi atau status kendaraan.
Plat putih dengan tulisan hitam
Plat putih bertuliskan hitam digunakan oleh kendaraan milik perseorangan dan badan hukum tertentu.
Kendaraan pribadi baru umumnya sudah menggunakan warna ini. Kendaraan lama akan mendapat plat putih secara bertahap saat melakukan penggantian TNKB atau perpanjangan STNK lima tahunan.
Plat kuning dengan tulisan hitam
Plat kuning digunakan oleh kendaraan angkutan umum. Contohnya meliputi bus, angkutan kota, dan kendaraan umum lainnya.
Kendaraan umum yang terdaftar di Pekalongan, Batang, Pemalang, Tegal, atau Brebes tetap menggunakan kode depan G.
Plat merah dengan tulisan putih
Plat merah digunakan oleh kendaraan dinas milik pemerintah.
Kode depan tetap mengikuti wilayah registrasi. Kendaraan dinas pemerintah daerah di wilayah plat G dapat menggunakan huruf G dengan warna dasar merah.
Plat hijau dengan tulisan hitam
Plat hijau digunakan oleh kendaraan tertentu di kawasan perdagangan bebas. Penggunaannya mengikuti ketentuan khusus.
Warna plat menunjukkan jenis penggunaan kendaraan. Huruf depan menunjukkan wilayah registrasi.
Fungsi Plat Nomor Kendaraan
Plat nomor memiliki fungsi penting dalam sistem administrasi kendaraan.
1. Menjadi identitas resmi kendaraan
Setiap kendaraan memiliki nomor registrasi yang berbeda. Nomor tersebut terhubung dengan data kendaraan dan pemiliknya.
2. Menunjukkan wilayah pendaftaran
Kode G menunjukkan bahwa kendaraan terdaftar di Pekalongan, Batang, Pemalang, Tegal, atau Brebes.
3. Mendukung pembayaran pajak
Pemilik menggunakan nomor polisi saat memeriksa dan membayar pajak kendaraan.
4. Membantu penegakan hukum
Petugas dapat memakai nomor polisi untuk mengidentifikasi kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan, pelanggaran lalu lintas, atau tindak pidana.
5. Mempermudah proses jual beli
Calon pembeli dapat mencocokkan nomor polisi dengan STNK, BPKB, nomor rangka, dan nomor mesin.
6. Mendukung proses mutasi
Kode wilayah membantu menentukan Samsat asal dan Samsat tujuan saat pemilik memindahkan registrasi kendaraan.
Cara Cek Pajak Kendaraan Plat G
Pemilik kendaraan plat G dapat mengecek pajak melalui layanan Samsat Jawa Tengah.
Berikut langkah umumnya:
- Buka aplikasi resmi layanan pajak kendaraan Jawa Tengah.
- Pilih menu informasi kendaraan bermotor.
- Masukkan nomor polisi kendaraan.
- Masukkan seri huruf belakang.
- Isi data tambahan jika diminta.
- Tekan tombol pengecekan.
- Periksa jumlah pajak dan tanggal jatuh tempo.
Pemilik juga dapat menggunakan aplikasi SIGNAL untuk layanan administrasi kendaraan tertentu.
Pastikan Anda memasukkan nomor kendaraan dengan benar. Kesalahan satu huruf atau angka dapat membuat data tidak ditemukan.
Gunakan kanal resmi. Jangan memasukkan NIK, nomor rangka, atau data pribadi pada situs yang tidak jelas.
Pengecekan online umumnya membantu pemilik mengetahui tagihan pajak tahunan. Penggantian plat lima tahunan tetap memerlukan pemeriksaan fisik kendaraan di Samsat.
Cara Memeriksa Plat G Saat Membeli Kendaraan Bekas
Jangan hanya melihat kondisi fisik kendaraan. Periksa juga legalitas dan data registrasinya.
Cocokkan plat dengan STNK
Nomor pada TNKB harus sama dengan nomor yang tercantum dalam STNK.
Perhatikan seluruh huruf dan angka. Jangan abaikan perbedaan kecil.
Periksa BPKB
Pastikan nomor polisi, nomor rangka, nomor mesin, merek, tipe, dan tahun kendaraan sesuai.
Periksa nomor rangka
Cocokkan nomor rangka pada kendaraan dengan data dalam STNK dan BPKB.
Periksa nomor mesin
Nomor mesin harus sesuai dengan dokumen kendaraan. Waspadai bekas pengikisan atau perubahan yang tidak wajar.
Cek status pajak
Periksa jumlah tunggakan sebelum menyepakati harga. Tunggakan pajak dapat menambah biaya setelah pembelian.
Periksa identitas penjual
Nama penjual sebaiknya sesuai dengan nama pemilik dalam dokumen. Jika berbeda, minta bukti riwayat jual beli yang jelas.
Lakukan balik nama
Balik nama memberikan kepastian hukum kepada pemilik baru. Proses ini juga memudahkan pembayaran pajak pada tahun berikutnya.
Cara Mengurus Plat G yang Hilang atau Rusak
Pemilik harus segera mengurus penggantian jika plat nomor hilang atau rusak.
Siapkan dokumen berikut:
- KTP pemilik kendaraan
- STNK asli
- BPKB asli
- Surat kehilangan dari kepolisian jika plat hilang
- Kendaraan untuk pemeriksaan fisik
- Salinan dokumen yang diperlukan
Datangi Samsat tempat kendaraan terdaftar. Petugas akan melakukan pemeriksaan data dan fisik kendaraan.
Jangan membuat plat pengganti secara sembarangan. Bentuk, warna, ukuran, dan nomor TNKB harus sesuai dengan data resmi.
Perbedaan Plat G dengan Plat Lain di Jawa Tengah
Jawa Tengah memiliki beberapa kode wilayah kendaraan.
- Plat G digunakan di Pekalongan, Batang, Pemalang, Tegal, dan Brebes.
- Plat H digunakan di Semarang, Salatiga, Kendal, dan Demak.
- Plat K digunakan di Pati, Kudus, Jepara, Rembang, Blora, dan Grobogan.
- Plat R digunakan di Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara.
- Plat AA digunakan di wilayah Kedu dan sekitarnya.
- Plat AD digunakan di Surakarta dan wilayah sekitarnya.
Setiap kode memiliki cakupan kota dan kabupaten yang berbeda.
Untuk mengetahui kode wilayah Cirebon dan daerah sekitarnya, baca juga pembahasan tentang Plat E.
Apakah Plat G Bisa Digunakan di Luar Jawa Tengah?
Kendaraan berplat G dapat digunakan di seluruh Indonesia selama memenuhi ketentuan.
Pemilik harus membawa STNK, memiliki SIM sesuai jenis kendaraan, dan memastikan pajak kendaraan masih berlaku.
Pemilik tidak perlu mengganti plat hanya karena bekerja, kuliah, atau tinggal sementara di provinsi lain.
Penggantian kode plat dilakukan jika pemilik mengurus mutasi kendaraan ke wilayah registrasi baru.
Setelah proses mutasi selesai, kendaraan akan mendapat nomor polisi sesuai wilayah tujuan.
Pertanyaan Umum tentang Plat G
Plat G daerah mana?
Plat G berasal dari Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Batang, Kabupaten Pemalang, Kota Tegal, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Brebes.
Plat G termasuk provinsi apa?
Plat G termasuk wilayah Provinsi Jawa Tengah.
Plat G belakang A daerah mana?
Kode belakang A menunjukkan kendaraan terdaftar di Kota Pekalongan.
Plat G belakang B berasal dari mana?
Kode belakang B menunjukkan kendaraan terdaftar di Kabupaten Pekalongan.
Plat G belakang C daerah mana?
Kode belakang C menunjukkan kendaraan terdaftar di Kabupaten Batang.
Plat G belakang D berasal dari mana?
Kode belakang D menunjukkan kendaraan terdaftar di Kabupaten Pemalang.
Plat G belakang E daerah mana?
Kode belakang E menunjukkan kendaraan terdaftar di Kota Tegal.
Plat G belakang F berasal dari mana?
Kode belakang F menunjukkan kendaraan terdaftar di Kabupaten Tegal.
Plat G belakang R daerah mana?
Kode belakang R umumnya menunjukkan kendaraan terdaftar di Kabupaten Brebes.
Apakah plat G berasal dari Gresik?
Tidak. Gresik menggunakan plat W. Plat G berasal dari sebagian wilayah Jawa Tengah.
Bagaimana cara cek pajak plat G?
Gunakan aplikasi resmi Samsat Jawa Tengah atau aplikasi SIGNAL. Masukkan nomor polisi dan data kendaraan yang diminta.
Apakah kendaraan plat G bisa digunakan di Jakarta?
Bisa. Kendaraan berplat G dapat digunakan di seluruh Indonesia selama dokumennya lengkap dan masih berlaku.
Apakah kode belakang plat G dapat berubah?
Alokasi seri dapat berkembang sesuai kebutuhan registrasi. Gunakan STNK dan data Samsat sebagai rujukan resmi.
Kesimpulan
Plat G daerah mana? Plat nomor G digunakan oleh kendaraan dari Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Batang, Kabupaten Pemalang, Kota Tegal, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Brebes.
Setiap wilayah memiliki kode belakang yang berbeda. Kota Pekalongan menggunakan A, H, dan S. Kabupaten Pekalongan menggunakan B, K, O, dan T. Kabupaten Batang menggunakan C, L, V, dan X. Kabupaten Pemalang menggunakan D, I, M, dan W.
Kota Tegal menggunakan E, N, dan Y. Kabupaten Tegal menggunakan F, P, Q, dan Z. Kabupaten Brebes menggunakan G, J, R, dan U.
Huruf pertama setelah angka dapat membantu Anda mengenali wilayah registrasi kendaraan. Namun, STNK tetap menjadi acuan utama.
Periksa juga BPKB, nomor rangka, nomor mesin, status pajak, dan identitas pemilik saat membeli kendaraan bekas. Langkah tersebut membantu Anda menghindari kendaraan dengan dokumen atau data registrasi yang bermasalah.




