Umum

Plat K Daerah Mana? Ini Daftar Wilayah dan Kode Belakangnya

Plat K daerah mana? Plat nomor K digunakan oleh kendaraan bermotor yang terdaftar di beberapa wilayah Jawa Tengah. Daerah pengguna plat K meliputi Kabupaten Pati, Kudus, Jepara, Rembang, Blora, dan Grobogan.

Kode K yang berada di bagian depan nomor kendaraan menunjukkan wilayah registrasi kendaraan. Namun, huruf K saja belum dapat menunjukkan kabupaten asal kendaraan secara spesifik. Anda juga perlu memperhatikan huruf pertama yang terletak setelah deretan angka.

Sebagai contoh, kendaraan dengan nomor K 1234 BA dan K 5678 CA sama-sama menggunakan plat K. Namun, kedua kendaraan tersebut dapat berasal dari kabupaten yang berbeda karena memiliki kode belakang yang berbeda.

Survey Premium

Plat K banyak ditemukan di kawasan Pantura Timur dan wilayah sekitarnya. Penggunaan kode yang sama pada beberapa kabupaten membuat sebagian masyarakat sulit membedakan asal kendaraan. Karena itu, memahami kode huruf belakang plat K dapat membantu Anda mengenali wilayah registrasinya.

Artikel ini membahas asal plat K, daftar wilayah pengguna, kode belakang setiap kabupaten, cara membaca nomor polisi, cara memeriksa pajak, dan hal penting saat membeli kendaraan bekas berplat K.

Plat Nomor K Berasal dari Daerah Mana?

Plat nomor K berasal dari wilayah Provinsi Jawa Tengah. Kode ini digunakan oleh kendaraan yang terdaftar di enam kabupaten berikut:

  1. Kabupaten Pati
  2. Kabupaten Kudus
  3. Kabupaten Jepara
  4. Kabupaten Rembang
  5. Kabupaten Blora
  6. Kabupaten Grobogan

Keenam wilayah tersebut menggunakan huruf K sebagai kode depan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor atau TNKB.

Wilayah pengguna plat K tidak mencakup seluruh Provinsi Jawa Tengah. Kabupaten dan kota lain menggunakan kode yang berbeda. Misalnya, Semarang menggunakan kode H, Solo dan wilayah sekitarnya menggunakan kode AD, sedangkan Pekalongan dan kawasan sekitarnya menggunakan kode G.

Karena cakupan plat K terdiri dari beberapa kabupaten, pemilik kendaraan perlu melihat seri huruf belakang untuk mengetahui wilayah pendaftarannya secara lebih spesifik.

Daftar Kode Belakang Plat K Berdasarkan Wilayah

Huruf pertama yang berada setelah deretan angka dapat menjadi petunjuk wilayah registrasi kendaraan. Berikut daftar kode belakang plat K yang umum digunakan.

WilayahKode huruf belakangContoh nomor kendaraan
Kabupaten PatiA, G, H, S, UK 1234 GA
Kabupaten KudusB, K, O, R, TK 2345 BA
Kabupaten JeparaC, L, Q, VK 3456 CA
Kabupaten RembangD, I, M, WK 4567 DA
Kabupaten BloraE, N, X, YK 5678 EA
Kabupaten GroboganF, J, P, ZK 6789 FA

Kode tersebut mengacu pada huruf pertama setelah nomor registrasi. Huruf kedua atau ketiga berfungsi sebagai seri tambahan untuk membedakan kendaraan.

Sebagai contoh, pada nomor K 1234 GA, huruf G menunjukkan wilayah Kabupaten Pati. Huruf A menjadi seri tambahan kendaraan.

Alokasi seri huruf dapat berkembang sesuai kebutuhan registrasi. Karena itu, STNK dan data resmi kendaraan tetap menjadi acuan utama saat Anda memeriksa asal serta legalitas kendaraan.

1. Plat K Kabupaten Pati

Kendaraan dari Kabupaten Pati menggunakan plat K dengan kode belakang A, G, H, S, atau U.

Contohnya:

  • K 1234 AA
  • K 2345 GA
  • K 3456 HA
  • K 4567 SA
  • K 5678 UA

Pada nomor K 2345 GA, huruf G yang berada setelah angka menunjukkan bahwa kendaraan tersebut terdaftar di Kabupaten Pati.

Kabupaten Pati menjadi salah satu wilayah yang paling sering dikaitkan dengan plat K. Hal ini terjadi karena Pati memiliki jumlah kendaraan yang cukup besar dan menjadi salah satu pusat kegiatan ekonomi di kawasan Pantura Timur Jawa Tengah.

Meskipun demikian, tidak semua kendaraan berplat K berasal dari Pati. Anda tetap perlu memeriksa kode belakangnya.

2. Plat K Kabupaten Kudus

Plat kendaraan dari Kabupaten Kudus menggunakan kode belakang B, K, O, R, atau T.

Contohnya:

  • K 1122 BA
  • K 2233 KA
  • K 3344 OA
  • K 4455 RA
  • K 5566 TA

Jika Anda menemukan kendaraan dengan nomor K 1122 BA, huruf B setelah angka menunjukkan bahwa kendaraan tersebut terdaftar di Kabupaten Kudus.

Kudus memiliki aktivitas industri, perdagangan, dan mobilitas kendaraan yang tinggi. Karena itu, plat K dengan kode belakang Kudus cukup sering ditemukan di berbagai daerah, termasuk di luar Jawa Tengah.

Kode depan tetap menunjukkan lokasi registrasi kendaraan. Kode tersebut tidak selalu menunjukkan tempat tinggal pemilik saat ini. Pemilik kendaraan dapat berpindah domisili tanpa langsung melakukan mutasi nomor polisi.

3. Plat K Kabupaten Jepara

Kabupaten Jepara menggunakan kode belakang C, L, Q, atau V.

Contohnya:

  • K 1357 CA
  • K 2468 LA
  • K 3579 QA
  • K 4680 VA

Pada nomor K 1357 CA, huruf C menunjukkan bahwa kendaraan tersebut terdaftar di Kabupaten Jepara.

Plat K dari Jepara cukup mudah ditemukan di kawasan pesisir utara Jawa Tengah. Kendaraan tersebut dapat berupa sepeda motor, mobil pribadi, kendaraan niaga, maupun kendaraan operasional perusahaan.

Saat membeli kendaraan bekas dari Jepara, pastikan nomor polisi pada kendaraan sesuai dengan STNK dan BPKB. Periksa juga nomor rangka serta nomor mesin agar tidak terjadi masalah saat proses balik nama.

4. Plat K Kabupaten Rembang

Kendaraan dari Kabupaten Rembang menggunakan kode belakang D, I, M, atau W.

Contohnya:

  • K 1010 DA
  • K 2020 IA
  • K 3030 MA
  • K 4040 WA

Jika nomor kendaraan tertulis K 1010 DA, huruf D setelah angka menunjukkan wilayah registrasi Kabupaten Rembang.

Rembang berada di jalur Pantura yang menghubungkan berbagai daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kondisi tersebut membuat kendaraan berplat K dari Rembang sering terlihat di luar kabupaten asalnya.

Keberadaan kendaraan di luar daerah asal tidak mengubah status registrasinya. Kendaraan tetap menggunakan plat K sampai pemilik melakukan mutasi ke wilayah baru.

5. Plat K Kabupaten Blora

Kabupaten Blora menggunakan kode belakang E, N, X, atau Y.

Contohnya:

  • K 1212 EA
  • K 2323 NA
  • K 3434 XA
  • K 4545 YA

Pada nomor K 1212 EA, huruf E menunjukkan bahwa kendaraan tersebut terdaftar di Kabupaten Blora.

Kabupaten Blora berada di bagian timur Jawa Tengah dan berbatasan dengan wilayah Jawa Timur. Karena itu, kendaraan berplat K dari Blora juga sering ditemukan di daerah Bojonegoro, Ngawi, Tuban, dan wilayah sekitarnya.

Untuk menentukan asal kendaraan dengan tepat, jangan hanya melihat kode K. Perhatikan kode belakang dan cocokkan dengan dokumen resmi kendaraan.

6. Plat K Kabupaten Grobogan

Kendaraan yang terdaftar di Kabupaten Grobogan menggunakan kode belakang F, J, P, atau Z.

Contohnya:

  • K 1478 FA
  • K 2589 JA
  • K 3690 PA
  • K 4701 ZA

Pada nomor K 1478 FA, huruf F menunjukkan bahwa kendaraan tersebut berasal dari wilayah registrasi Kabupaten Grobogan.

Grobogan merupakan salah satu kabupaten dengan wilayah yang luas di Jawa Tengah. Kendaraan dari kabupaten ini dapat ditemukan di Purwodadi, Godong, Gubug, Wirosari, dan kecamatan lainnya.

Kode Grobogan tidak ditentukan berdasarkan kecamatan. Semua kendaraan tetap menggunakan kode depan K dan seri belakang yang telah dialokasikan untuk Kabupaten Grobogan.

Cara Membaca Plat Nomor K

Nomor polisi kendaraan di Indonesia umumnya memiliki tiga bagian utama. Setiap bagian mempunyai fungsi yang berbeda.

Sebagai contoh, perhatikan nomor berikut:

K 1234 CA

Cara membacanya adalah:

  • Huruf K menunjukkan kode wilayah registrasi kendaraan.
  • Angka 1234 merupakan nomor registrasi kendaraan.
  • Huruf CA merupakan seri belakang.
  • Huruf C menunjukkan kendaraan terdaftar di Kabupaten Jepara.
  • Huruf A menjadi seri tambahan.

Pada bagian bawah plat juga terdapat angka yang menunjukkan bulan dan tahun berakhirnya masa berlaku TNKB.

Sebagai contoh, angka 07.29 berarti plat nomor berlaku sampai Juli 2029. Angka tersebut berkaitan dengan masa berlaku STNK lima tahunan dan TNKB.

Pemilik kendaraan tetap harus membayar Pajak Kendaraan Bermotor setiap tahun. Masa berlaku plat selama lima tahun tidak berarti pajak hanya dibayar lima tahun sekali.

Apakah Semua Plat K Berasal dari Pati?

Tidak. Plat K tidak hanya berasal dari Kabupaten Pati.

Anggapan bahwa semua plat K berasal dari Pati muncul karena Pati menjadi salah satu wilayah utama pengguna kode tersebut. Padahal, kode K juga digunakan oleh Kudus, Jepara, Rembang, Blora, dan Grobogan.

Berikut contoh perbedaannya:

  • K 1234 AA berasal dari wilayah registrasi Kabupaten Pati.
  • K 2345 BA berasal dari wilayah registrasi Kabupaten Kudus.
  • K 3456 CA berasal dari wilayah registrasi Kabupaten Jepara.
  • K 4567 DA berasal dari wilayah registrasi Kabupaten Rembang.
  • K 5678 EA berasal dari wilayah registrasi Kabupaten Blora.
  • K 6789 FA berasal dari wilayah registrasi Kabupaten Grobogan.

Kode belakang membantu memperkirakan kabupaten asal kendaraan. Namun, Anda perlu memeriksa STNK untuk memperoleh informasi yang lebih akurat.

Apakah Plat K Berasal dari Kalimantan?

Tidak. Plat K bukan kode kendaraan untuk wilayah Kalimantan.

Huruf K sebagai kode depan kendaraan digunakan di sebagian wilayah Jawa Tengah. Kode plat kendaraan di Kalimantan menggunakan kombinasi huruf lain, seperti DA, KB, KH, KT, dan KU.

Kesalahan ini sering terjadi karena masyarakat menghubungkan huruf pertama plat dengan nama provinsi. Padahal, pembagian kode nomor polisi tidak selalu mengikuti huruf awal nama daerah.

Plat K tetap merujuk pada wilayah Pati, Kudus, Jepara, Rembang, Blora, dan Grobogan.

Arti Warna Plat Nomor Kendaraan

Selain huruf dan angka, warna plat juga menunjukkan jenis penggunaan kendaraan.

Plat putih dengan tulisan hitam

Plat putih bertuliskan hitam digunakan untuk kendaraan milik perseorangan dan badan hukum tertentu. Jenis plat ini menggantikan plat hitam secara bertahap.

Kendaraan pribadi baru umumnya sudah menggunakan plat putih. Kendaraan lama akan mendapatkannya saat melakukan perpanjangan STNK lima tahunan, perubahan data, atau penggantian TNKB.

Plat kuning dengan tulisan hitam

Plat kuning digunakan untuk kendaraan angkutan umum. Contohnya mencakup bus, angkutan kota, dan kendaraan umum lainnya.

Kendaraan umum yang terdaftar di wilayah pengguna kode K tetap menggunakan huruf K di bagian depan.

Plat merah dengan tulisan putih

Plat merah digunakan oleh kendaraan dinas milik pemerintah. Kendaraan tersebut digunakan untuk mendukung kegiatan instansi pemerintah pusat atau daerah.

Plat hijau dengan tulisan hitam

Plat hijau digunakan untuk kendaraan tertentu yang beroperasi di kawasan perdagangan bebas. Penggunaannya mengikuti aturan khusus.

Warna plat menunjukkan jenis kepemilikan atau fungsi kendaraan. Sementara itu, huruf depan menunjukkan wilayah registrasinya.

Fungsi Plat Nomor Kendaraan

Plat nomor memiliki peran penting dalam administrasi kendaraan bermotor.

1. Menjadi identitas kendaraan

Nomor polisi menjadi identitas resmi yang membedakan satu kendaraan dengan kendaraan lain. Nomor tersebut terhubung dengan data pemilik, nomor rangka, nomor mesin, jenis kendaraan, dan warna kendaraan.

2. Menunjukkan wilayah registrasi

Kode K menunjukkan bahwa kendaraan terdaftar di wilayah Pati, Kudus, Jepara, Rembang, Blora, atau Grobogan.

3. Membantu pembayaran pajak

Pemilik kendaraan menggunakan nomor polisi untuk memeriksa tagihan Pajak Kendaraan Bermotor. Sistem akan menampilkan data pajak berdasarkan nomor registrasi dan data kendaraan.

4. Mendukung penegakan hukum

Kepolisian menggunakan nomor kendaraan untuk mengidentifikasi kendaraan yang terlibat dalam pelanggaran, kecelakaan, atau tindak pidana.

5. Membantu transaksi kendaraan bekas

Calon pembeli dapat mencocokkan nomor polisi dengan STNK, BPKB, nomor rangka, dan nomor mesin. Pemeriksaan ini membantu mengurangi risiko membeli kendaraan dengan data bermasalah.

Cara Cek Pajak Kendaraan Plat K

Pemilik kendaraan plat K dapat mengecek pajak melalui layanan resmi Samsat Jawa Tengah atau layanan administrasi kendaraan nasional.

Langkah pengecekan umumnya sebagai berikut:

  1. Buka layanan resmi pengecekan pajak kendaraan.
  2. Pilih wilayah Provinsi Jawa Tengah.
  3. Masukkan nomor polisi kendaraan.
  4. Masukkan data tambahan jika diminta.
  5. Periksa identitas singkat kendaraan.
  6. Lihat jumlah pajak dan tanggal jatuh tempo.
  7. Simpan kode pembayaran jika tersedia.

Beberapa layanan juga meminta nomor rangka atau Nomor Induk Kependudukan pemilik kendaraan. Data tersebut digunakan untuk menjaga keamanan informasi kendaraan.

Gunakan layanan resmi. Hindari memasukkan data pribadi pada situs yang tidak memiliki identitas pengelola yang jelas.

Pengecekan online biasanya menampilkan informasi pajak tahunan. Untuk penggantian plat lima tahunan, pemeriksaan fisik kendaraan, mutasi, dan perubahan data, pemilik tetap perlu datang ke kantor Samsat.

Cara Mengecek Keaslian Plat K

Pemeriksaan plat nomor penting dilakukan saat membeli kendaraan bekas.

Pertama, periksa kesesuaian nomor polisi pada plat dengan STNK. Semua huruf dan angka harus sama.

Kedua, periksa masa berlaku TNKB yang tercantum pada bagian bawah plat. Pastikan masa berlakunya belum habis.

Ketiga, cocokkan nomor rangka dan nomor mesin dengan data pada STNK serta BPKB.

Keempat, periksa bentuk fisik plat. Plat resmi memiliki ukuran, jenis huruf, warna, dan susunan karakter yang sesuai ketentuan.

Kelima, cek data pajak kendaraan melalui layanan resmi. Pastikan merek, tipe, warna, dan tahun kendaraan sesuai dengan unit yang diperiksa.

Keenam, lakukan pemeriksaan di Samsat jika terdapat perbedaan data. Jangan melanjutkan transaksi sebelum status kendaraan benar-benar jelas.

Cara Balik Nama Kendaraan Plat K

Balik nama perlu dilakukan setelah Anda membeli kendaraan bekas. Proses ini mengubah data kepemilikan dari pemilik lama kepada pemilik baru.

Dokumen yang biasanya perlu disiapkan meliputi:

  • KTP pemilik baru
  • STNK asli
  • BPKB asli
  • Bukti pembelian kendaraan
  • Hasil pemeriksaan fisik kendaraan
  • Salinan dokumen yang diperlukan

Pemilik baru perlu membawa kendaraan ke Samsat untuk menjalani pemeriksaan fisik. Petugas akan memeriksa nomor rangka dan nomor mesin.

Setelah proses selesai, data kendaraan akan tercatat atas nama pemilik baru. Balik nama memberi kepastian hukum dan mempermudah pembayaran pajak berikutnya.

Jika kendaraan dipindahkan ke wilayah dengan kode plat berbeda, pemilik perlu mengurus mutasi keluar dan mutasi masuk.

Perbedaan Plat K dengan Plat Lain di Jawa Tengah

Jawa Tengah memiliki beberapa kode plat kendaraan. Setiap kode digunakan oleh wilayah yang berbeda.

  • Plat K digunakan di Pati, Kudus, Jepara, Rembang, Blora, dan Grobogan.
  • Plat H digunakan di Semarang, Salatiga, Kendal, dan Demak.
  • Plat AD digunakan di Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Wonogiri, Klaten, Karanganyar, dan Sragen.
  • Plat G digunakan di Pekalongan, Tegal, Brebes, Batang, dan Pemalang.
  • Plat R digunakan di Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara.
  • Plat AA digunakan di Magelang, Purworejo, Kebumen, Temanggung, dan Wonosobo.

Setiap kode membantu mengelompokkan administrasi kendaraan berdasarkan wilayah registrasinya.

Wilayah lain juga menggunakan kode berbeda. Contohnya, Plat E digunakan di Cirebon dan beberapa wilayah sekitarnya.

Apakah Plat K Bisa Digunakan di Luar Jawa Tengah?

Kendaraan berplat K dapat digunakan di seluruh wilayah Indonesia selama dokumen dan pajaknya masih berlaku.

Pemilik tidak perlu mengganti plat hanya karena bekerja, kuliah, atau tinggal sementara di daerah lain.

Penggantian kode plat biasanya dilakukan jika pemilik memindahkan registrasi kendaraan secara permanen. Proses tersebut dilakukan melalui mutasi kendaraan.

Setelah mutasi selesai, kendaraan akan memperoleh nomor polisi baru sesuai wilayah tujuan. Nomor lama akan dicabut dari sistem registrasi wilayah asal.

Pertanyaan Umum tentang Plat K

Plat K daerah mana?

Plat K digunakan untuk kendaraan yang terdaftar di Kabupaten Pati, Kudus, Jepara, Rembang, Blora, dan Grobogan.

Plat K Jawa apa?

Plat K berasal dari Provinsi Jawa Tengah.

Apakah plat K berasal dari Pati?

Sebagian plat K berasal dari Pati. Namun, kode K juga digunakan oleh lima kabupaten lain.

Plat K belakang B daerah mana?

Kode belakang B umumnya menunjukkan kendaraan terdaftar di Kabupaten Kudus.

Plat K belakang C berasal dari mana?

Kode belakang C umumnya menunjukkan kendaraan terdaftar di Kabupaten Jepara.

Plat K belakang D daerah mana?

Kode belakang D umumnya digunakan oleh kendaraan dari Kabupaten Rembang.

Plat K belakang E berasal dari mana?

Kode belakang E umumnya menunjukkan kendaraan terdaftar di Kabupaten Blora.

Plat K belakang F daerah mana?

Kode belakang F umumnya digunakan oleh kendaraan dari Kabupaten Grobogan.

Plat K belakang G berasal dari mana?

Kode belakang G umumnya menunjukkan kendaraan terdaftar di Kabupaten Pati.

Bagaimana cara cek pajak plat K?

Pajak kendaraan plat K dapat diperiksa melalui layanan resmi Samsat Jawa Tengah atau aplikasi administrasi kendaraan resmi.

Apakah plat K harus diganti ketika pindah kota?

Plat tidak harus langsung diganti jika pemilik hanya tinggal sementara. Penggantian dilakukan saat pemilik mengurus mutasi kendaraan ke wilayah baru.

Apakah kode belakang plat K dapat berubah?

Alokasi seri huruf dapat berkembang sesuai kebutuhan registrasi kendaraan. STNK dan data Samsat tetap menjadi acuan resmi.

Kesimpulan

Plat K daerah mana? Plat nomor K digunakan oleh kendaraan yang terdaftar di Kabupaten Pati, Kudus, Jepara, Rembang, Blora, dan Grobogan, Provinsi Jawa Tengah.

Setiap kabupaten memiliki kode belakang yang berbeda. Pati menggunakan kode A, G, H, S, dan U. Kudus menggunakan B, K, O, R, dan T. Jepara menggunakan C, L, Q, dan V. Rembang menggunakan D, I, M, dan W. Blora menggunakan E, N, X, dan Y. Grobogan menggunakan F, J, P, dan Z.

Huruf belakang dapat membantu memperkirakan wilayah asal registrasi kendaraan. Namun, Anda tetap perlu mencocokkan nomor polisi dengan STNK, BPKB, nomor rangka, dan nomor mesin.

Pemeriksaan tersebut sangat penting saat membeli kendaraan bekas, mengurus pajak, melakukan balik nama, atau memindahkan registrasi kendaraan ke wilayah lain.

Related Articles

Back to top button